Penanganan Corona
Muncul Klaster Pengajian di Boyolali, 12 Warga Terdeteksi Positif Covid-19, Ini Kronologinya
Kini merembet muncul baru klaster pengajian di Boyolali, yakni di Desa Kembang, Kecamatan Gladagsari yang merupakan pemekaran Ampel.
"Langsung diminta menjalani uji swab PCR," jelas Dwi.
Hasil uji tersebut keluar 8 April 2021 dan menyatakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.
Kontak erat dan dekat pasien kemudian kena tracking, termasuk rombongan piknik ke Gunung Kidul.
Dari rombongan piknik itu, total ada 47 yang terkena tracking.
"Kemudian yang diketahui positif 35 orang," ucap Dwi.
Artinya, total ada 36 orang rombongan piknik asal Desa Candi terkonfirmasi positif Covid-19.
Tiga di antaranya dirawat di rumah sakit rujukan, termasuk NS.
Sementara, istri dan dua anak NS tidak terkonfirmasi positif Covid-19.
Istri pasien kemudian menghubungi Dwi, Rabu (21/4/2021).
Ia mengabarkan pasien membutuhkan donor plasma kovalesen O plus.
"Kami kemudian menghubungi PMI dan mendapatkannya," kata Dwi.
Namun sayang, pasien meninggal dunia, Kamis (22/4/2021) sekira pukul 14.30 WIB.
Ia kemudian dimakamkan di pemakaman desa setempat sekira pukul 19.00 WIB.
"Ia tidak punya komorbid. Pemakaman menggunakan protokol kesehatan Covid-19," ujar Dwi. (tribun network/thf/TribunSolo.com)
Berita terkait Klaster Pengajian
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Klaster Piknik Belum Usai, Muncul Klaster Pengajian di Boyolali, 12 Warga Positif Covid-19
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/crn-jtg-852021.jpg)