Senin, 11 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Diduga Korban Covid-19, Puluhan Jenazah Terdampar di Sungai Gangga India

Warga lokal mengungkapkan, mereka menduga keluarganya sendiri yang menelantarkan mayat itu di sungai.

Tayang:
Kompas.com/Istimewa
Anggota keluarga meletakkan bunga di atas jenazah Rajendra Prasad Mishra (62) yang meninggal karena Covid-19 sebelum dikremasi di Sungai Gangga, Prayagraj, India, 8 Mei 2021.(AP PHOTO/Rajesh Kumar Singh) 

TRIBUNJATENG.COM, NEW DELHI - Sebanyak 40 jenazah korban Covid-19 dilaporkan tersapu di tepi Sungai Gangga, utara India.

Peristiwa itu terjadi di perbatasan Negara Bagian Bihar dan Uttar Pradesh.

Otoritas setempat tak paham bagaimana mayat itu bisa terdampar.

Baca juga: Saham PSIS Semarang Dibeli Wahyu Agung Grup, Pemuda 18 Tahun Ini Digadang Jadi Manajer

Baca juga: Ini Deretan Nama-nama Pemain Top Dunia dalam Daftar Rencana Belanja Jose Mourinho di AS Roma

Baca juga: Dragan Djukanovic Pelatih PSIS Akui Bosan di Semarang

Baca juga: Maju, Lawan Arah, Blayer Terus! Teriak Para Pemotor Provokasi Terobos Penyekatan Kedungwaringin

Beberapa media lain mengabarkan bahwa jumlah mayat yang tersapu sekitar 100.

Dari kondisinya, diyakini mereka sudah terdampar selama berhari-hari.

Pejabat setempat Ashok Kumar bergerak cepat dengan menanyai warga mengenai penemuan jenazah diduga korban Covid-19 itu.

"Terdapat kemungkinan mereka berusaha dikeluarkan dari Uttar Pradesh," jelas Kumar.

Nantinya jasad itu akan dikubur atau dikremasi.

Media India NDTV dilansir BBC Senin (10/5/2021) melaporkan, beberapa jasad nampak membengkak dan terbakar.

Mereka berakhir di Sungai Gangga dengan dugaan, mereka masuk ke dalam ritual kremasi bagi korban virus corona.

Warga lokal mengungkapkan, mereka menduga keluarganya sendiri yang menelantarkan mayat itu di sungai.

Sebabnya adalah selain kurangnya kayu untuk proses kremasi, dan biaya pemakaman yang semakin meningkat.

Chandra Mohan mengatakan, rumah sakit mulai merampok keluarga pasien yang sudah tidak punya uang.

 
"Mereka minta 2.000 rupee (Rp 386.354) untuk mengeluarkan jenazah dari ambulans," papar Mohan.

Belum lagi biaya yang harus mereka gelontorkan untuk membayar pendeta dan menyiapkan bahan kremasi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved