Breaking News:

Berita Semarang

Dosen USM Beri Pelatihan Pembuatan Individualized Education Program Guru Sekolah Berkebutuhan Khusus

"Tujuan digelarnya pelatihan ini adalah agar guru yang mengajar anak berkebutuhan khusus memiliki program yang tepat."

Penulis: m zaenal arifin | Editor: M Syofri Kurniawan
Istimewa
Dosen Fakultas Psikologi USM memberikan pelatihan membuat "Individualized Education Program" di Sekolah Melana, Perumahan Graha Taman Bougenvile Kavling 41-42, Jalan Durenan Indah, Mangunharjo, Tembalang, Semarang, kemarin. (*Ist 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Psikologi Universitas Semarang (USM) memberikan pelatihan kepada guru sekolah berkebutuhan khusus, kemarin.

Pelatihan membuat "Individualized Education Program" tersebut diselenggarakan di Sekolah Melana, Perumahan Graha Taman Bougenvile Kavling 41-42, Jalan Durenan Indah, Mangunharjo, Tembalang, Semarang.

Tim PKM beranggotakan tiga dosen Fakultas Psikologi yaitu Cristine Roselvia Tri Amelia, Markus Nanang Budi Susilo, dan Agung Santoso Pribadi, dengan dibantu mahasiswa Fakultas Psikologi USM, Athika Chollilur Rochma dan Ichsan Kristanto.

Baca juga: Ini Alasan Asnawi Mangkualam Ingin Hengkang dari Ansan Greeners Klub Liga 2 Korea Selatan

Baca juga: Ini Kawasan Segitiga Hitam yang Dikuasai KKB Papua, Hanya Bisa Ditempuh Kendaraan Khusus

Baca juga: PKS Minta Pemerintah Waspada Kedatangan Kapal Perang China di Perairan Indonesia

Baca juga: Beni Sopir Truk Meninggal Tertimpa Bak Saat Memperbaiki Truk: Dongkrak Bermasalah

"Tujuan digelarnya pelatihan ini adalah agar guru yang mengajar anak berkebutuhan khusus memiliki program yang tepat untuk membantu anak atau memfasilitasi apa yang paling dibutuhkan anak di lingkungan sekolah agar guru dan orang tua dapat memberikan pengajaran yang efektif bagi anak," kata Cristine Roselvia Tri Amelia, Selasa (11/5/2021).

Ia menuturkan, mengajar atau mendidik anak dengan kebutuhan khusus memang tidaklah mudah. Seringkali guru merasa cukup kesulitan di dalam mengatasi anak-anak berkebutuhan khusus terutama untuk guru yang tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang psikologi atau yang belum pernah menangani anak berkebutuhan khusus.

"Bila guru yang mengajar anak berkebutuhan khusus kurang memiliki pemahaman mengenai anak berkebutuhan khusus itu sendiri dan bagaimana membuat program yang tepat untuk mengajar anak berkebutuhan khusus maka pembelajaran bagi anak kebutuhan khusus menjadi kurang maksimal," jelasnya.

Pelatihan berlangsung 3 hari dengan materi yang diberikan adalah mengenai anak berkebutuhan khusus, karakteristiknya dan juga Individualized Education Program serta tahap-tahap menyusun Individualized Education Program.

Pelatihan ini mendapatkan respon yang positif dari peserta. Salah satu peserta pelatihan Uki Korindasari, mengaku senang dirinya mendapatkan materi mengenai pembuatan Individualized Education Program.

Melalui pelatihan tersebut, ia dapat menambah pengetahuan terkait anak berkebutuhan khusus dan pembuatan program sesuai dengan kebutuhan anak.

"Individualized Education Program ini sangat membantu dalam memberikan pengajaran atau materi yang tepat yang akan kami ajarkan kepada anak didik," katanya.

Ia berharap program pelatihan ini mengalami keberlanjutan dengan materi atau tema lain khususnya yang berkaitan dengan anak berkebutuhan khusus. (Nal)

Baca juga: H-1 Lebaran, Ratusan Pemudik Motor Melintas di Jalur Pantura Kota Tegal

Baca juga: Perumahan RSS Sidokerto Lockdown, Bupati Pati Suplai Kebutuhan Pangan Warga

Baca juga: Resep Sayur Nangka Pendamping Ketupat di Hari Lebaran

Baca juga: Dinonaktifkan Pimpinan KPK, Novel Baswedan Bersama 74 Pegawai Melawan

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved