Daya Beli Masyarakat Meningkat, Lebaran Jadi Momentum Keluar dari Resesi Ekonomi
Data pemerintah menunjukkan terjadi perputaran dana THR di kisaran Rp 150 triliun.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Ajib Hamdani menilai, perayaan Idulfitri bisa menjadi momentum bagi Indonesia untuk keluar dari jurang resesi.
Pasalnya, dia menambahkan, dalam periode tersebut daya beli masyarakat cenderung mengalami peningkatan.
Menurut dia, pada momentum Idulfitri pemerintah sudah memberikan tunjangan hari raya (THR), sehingga masyarakat memiliki uang untuk berbelanja.
Dengan begitu, kegiatan ekonomi pun meroket. Bahkan, momentum Lebaran di tahun ini bisa menjadi puncak transaksi ekonomi.
“Data pemerintah menunjukkan terjadi perputaran dana THR di kisaran Rp 150 triliun. Bila dibandingkan dengan data PDB 2020 yang sebesar Rp 15.434,2 triliun, maka dana perputaran THR ini bisa memberi kontribusi sebesar 1 persen dari PDB,” ujarnya, kepada Kontan.
Ajib menuturkan, meningkatnya daya beli masyarakat di momentum Lebaran ini bisa menjadi satu pendongkrak dan penopang harapan pertumbuhan ekonomi kuartal II/2021 di kisaran target pemerintah, bahkan hingga akhir tahun ini.
Namun, ia berpesan agar pemerintah jangan berpuas diri bila nantinya kuartal kedua ini pertumbuhan meningkat signifikan.
Pemerintah tetap harus menjaga ritme daya beli masyarakat, satu di antaranya dengan menekan potensi inflasi yang berlebihan.
Potensi inflasi yang meningkat itu, menurut dia, misalnya terjadi karena kebijakan pajak yang tidak tepat, seperti peningkatan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang bila itu terjadi, maka secara langsung bisa mengurangi tingkat kesejahteraan masyarakat.
“Oleh karena itu, jangan sampai pemerintah mengeluarkan regulasi yang kontraproduktif terhadap sentimen ekonomi di lapangan, misalnya opsi menaikkan tarif pajak tersebut,” jelasnya.
Ajib menyatakan, meningkatnya konsumsi rumah tangga diharapkan mampu memberikan multiplier effect, satu di antaranya dengan tumbuhnya aktivitas UMKM.
Apalagi, dia menambahkan, sektor itu memberikan kontribusi yang jumbo terhadap perekonomian Indonesia, yaitu sekitar 60 persen dari PDB.
Dengan demikian, diharapkan ekonomi Indonesia bisa tumbuh di kisaran target pemerintah sebesar 6,7-7 persen pada kuartal II/2021, dan 4,5-5,5 persen pada keseluruhan tahun ini. (Kontan/Bidara Pink)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sejumlah-truk-mengangkut-berbagai-logistik-melewati-jalan-tol-di-tb-simatupang.jpg)