Berita Internasional
Menlu Iran Batalkan Kunjungan gara-gara Bendera Israel Berkibar di Austria
Sabtu (15/5/2021), Kementerian Luar Negeri Austria mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Iran membatalkan kunjungan ke Austria.
TRIBUNJATENG.COM, WINA - Sabtu (15/5/2021), Kementerian Luar Negeri Austria mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Iran membatalkan kunjungan ke Austria.
Hal itu dilakukan untuk menunjukkan ketidaksenangan Iran terhadap langkah pemerintahan Kanselir Sebastian Kurz yang mengibarkan bendera Israel di Wina.
Juru bicara Alexander Schallenberg membenarkan laporan di surat kabar Die Presse yang mengatakan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif seharusnya bertemu dengan Schallenberg, tetapi ia membatalkan perjalanan itu.
Baca juga: Dibesarkan Keluarga Terkaya di Karo, Desiree Tarigan Diajari Tidak Memberi Utang
Baca juga: KNKT Ingatkan Pengguna Motor Matik Jangan Nekat ke Pegunungan: Kuat Naik, Tak Kuat Turun
Baca juga: Jenazah Balita 1,5 Tahun Ditemukan di Waduk Kedung Ombo Boyolali: Dapat Bantuan Orang Pintar
Baca juga: Menilik Makam Nyi Ageng Serang di Tengah Waduk Kedung Ombo, Terapung & Sering Dikunjungi
"Kami menyesali ini dan mencatatnya, tetapi bagi kami, ketika Hamas menembakkan lebih dari 2.000 roket ke sasaran sipil di Israel, maka kami tidak akan tinggal diam," kata juru bicara itu seperti yang dilansir dari VOA Indonesia pada Minggu (16/5/2021).
Hamas adalah kelompok militan yang menguasai Gaza. Israel telah menghantam Gaza dengan serangan udara dan militan Palestina telah meluncurkan serangan roket ke Israel dalam eskalasi kekerasan terburuk dalam beberapa tahun.
Perselisihan itu muncul selama pembicaraan di Wina untuk mencoba menghidupkan kembali perjanjian nuklir 2015 antara Iran dengan kekuatan barat.
Dalam perjanjian tersebut Iran setuju untuk mengekang program nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi.
Mantan Presiden AS Donald Trump meninggalkan perjanjian itu pada 2018, memicu Iran untuk mengabaikan ketentuannya.
Kurz, yang sangat pro-Israel, menyebut mengibarkan bendera Israel di atas kantor kanselor federal pada Jumat (14/5/2021) sebagai bentuk solidaritas di tengah bentrokan kekerasan.
Namun, Abbas Araghchi, yang memimpin delegasi Iran pada pembicaraan Wina, mengkritik langkah tersebut.
"Wina adalah tempat kedudukan (pengawas nuklir) IAEA & PBB, dan (Austria) sejauh ini menjadi tuan rumah yang baik untuk negosiasi," tulis Araqchi di Twitter.
"Mengejutkan dan menyakitkan melihat bendera rezim pendudukan, yang secara brutal membunuh puluhan warga sipil tak berdosa, termasuk banyak anak hanya dalam beberapa hari, di atas kantor pemerintah di Wina. Kami mendukung Palestina.” (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bendera Israel Berkibar di Austria, Menlu Iran Batalkan Kunjungan "
Baca juga: Hasil Premier League West Brom Vs Liverpool, Gol Tandukan Sang Kiper Bawa The Reds Menang
Baca juga: Manajer Hotel Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Kondisi Tubuh Sudah Membiru
Baca juga: Yeni Dengar Tangisan Saat Hendak Cuci Pakaian, Ternyata Bayi Dibuang di Pinggir Sungai
Baca juga: Tagih Utang Nyawa Melayang, Edi Guru Honorer Meninggal Ditusuk: Berawal Iming-iming Jadi PNS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/menteri-luar-negeri-iran-mohammed-javad-zarif.jpg)