Breaking News:

Berita Internasional

Larang Pemakaian Jins Ketat, Kim Jong Un Khawatir Budaya Barat Pengaruhi Kaum Muda Melawannya

Pemimpin Korea Utara itu khawatir pengaruh kultur Barat akan mendorong generasi muda melawannya.

AFP/KCNA VIA KNS/STR
Foto yang dirilis oleh kantor berita KCNA pada 1 Januari 2020 memperlihatkan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam pertemuan Partai Buruh, di mana dia mengumumkan penghentian moratorium penghentian uji coba senjata. 

TRIBUNJATENG.COM, PYONGYANG - Kim Jong Un dilaporkan melarang pemakaian jins ketat untuk mempertahankan rezimnya.

Pemimpin Korea Utara itu khawatir pengaruh kultur Barat akan mendorong generasi muda melawannya.

Jins ketat maupun robek, gaya rambut mewah, dipandang sebagai "invasi gaya hidup kapitalis".

Baca juga: Dandim VS Ketum GNPK RI Basri Budi Utomo, Ditahan Kejari Tegal: Saya Bukan Bajingan

Baca juga: Ada Foto dan Video Porno dalam Konferensi Pers Mantan Pimpinan KPK, ICW Beberkan Ada Upaya Peretasan

Baca juga: Mengapa Tetangga Bela si Anak Penginjak Kepala Bapak? Terungkap Catatan Jelek Semasa Hidup

Baca juga: Heboh Emak emak Temukan Telur Palsu, Hasil Penyeledikan Berkata Lain

Kim Jong Un, yang diduga takut dilengserkan, menyatakan mereka yang mengenakan pakaian aneh harus dikirim ke kamp kerja paksa.

Larangan itu tertuang dalam Rodong Sinmun, harian resmi Partai Buruh Korea, yang menyatakan keberadaan fesyen aneh "bakal meruntuhkan negara".

"Sejarah mengajarkan pelajaran krusial bahwa negara akan menjadi rapuh, meski ekonomi dan pertahanannya kuat, jika tak memelihara fesyen sendiri," ulas harian itu.

Koran tersebut mengeklaim, Korea Utara harus waspada terhadap segala serangan kapitalis dan berjuang mengenyahkannya.

Selain itu seperti diberitakan Yonhap, Pyongyang bakal menghukum warganya yang kedapatan punya video produksi Korea Selatan.

Dilansir Daily Mirror Senin (17/5/2021), rambut diwarnai dan keberadaan anting-anting juga dilarang keras.

Sumber negara penganut ideologi Juche itu mengungkapkan, gaya rambut "non-sosialis" tidak akan diterima di sana.

Halaman
12
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved