Breaking News:

Berita Temanggung

Dukun Kasus Meninggalnya Aisyah Temanggung: Kepala Bocah Dibenamkan ke Bak Mandi Bagian dari Ruwat

Empat tersangka meninggalnya Aisyah, bocah 7 tahun setelah dibenamkan di bak mandi, dihadirkan di Mapolres Temanggung, Rabu (19/5/2021).

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: moh anhar

Penulis: Saiful Masum

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Empat tersangka kasus meninggalnya Aisyah alias AL (7), warga Dusun Paponan, Desa Bejen, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung, dihadirkan dalam gelar perkara di Mapolres Temanggung, Rabu (19/5/2021).

Masing-masing adalah M (43) ayah kandung korban, S (39) ibu kandung korban, H (56) dukun, dan B (43) asisten dukun.

Dalam gelar perkara yang dipimpin langsung Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi, kedua orangtua korban dan dukun terlihat tertunduk. Sementara asisten dukun tampak santai mengikuti serangkaian gelar perkara.

Keempat tersangka digelandang mengikuti konferensi pers sekiranya pukul 16.00.

Baca juga: Perkuat Internal Partai, Yoyok Sukawi Gelar Halalbihalal dengan DPC Kabupaten Semarang

Baca juga: Ganjar Pranowo Sampaikan Dukacita ke Wimar Witoelar: Jenengan Orang Baik

Baca juga: BREAKING NEWS: PSIS Semarang Lepas Mahir Radja Satya Djamaoeddin, Ini Alasannya

Baca juga: Realisasi Perbaikan Infrastruktur di Purbalingga, Jalan Karangjambu Menuju Ponjen Mulai Ditingkatkan

Kapolres Temanggung, AKBP Benny Setyowadi mengatakan, dukun dan asistennya ditetapkan tersangka menyusul kedua orangtua korban yang telah ditetapkan tersangka terlebih dahulu.

"Keempat orang ini adalah orangtua korban, dan dua orang pekerja swasta yang mengaku dukun dan asistennya ditetapkan tersangka kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur hingga mengakibatkan meninggal," terangnya.

Kasatreskrim Polres Temanggung, AKP Setyo Hermawan menambahkan, kejadian  itu diperkirakan pada awal Januari 2021. Sedangkan kasus baru terungkap pada Minggu (16/5/2021).

"Modusnya tersangka membenamkan kepala korban ke dalam air bak mandi sehingga kehabisan nafas dan meninggal. Dari keterangan tersangka kedua orangtua korban, tindakan membenamkan kepala korban ke air dilakukan oleh dia orang lain, yaitu dukun dan asitennya. Katanya, ini bagian dari proses ruwat," ujarnya.

Keempat tersangka dijerat Pasal 76 C Jo Pasal 80 ayat 3  Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 3 miliar. (*)
 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved