Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Iron Dome Israel Jebol dan Tewaskan 5 Warga Sipilnya, Ini Cara Hamas Tembakan Roketnya

Kenapa pasukan sayap Hamas Brigade Al Qassam bisa menembus Iron Dome melalui serangan roket.

AFP
Sebuah misil diluncurkan dari "Iron Dome" di Ashdod, Israel, 11 Juli 2014 

TRIBUNJATENG.COM - Kenapa pasukan sayap Hamas Brigade Al Qassam bisa menembus Iron Dome melalui serangan roket.

Sebelumnya, Iron Dome Israel jebol melalui serangan pasukan Hamas.

Hal ini membuat sistem pertahanan rudal Iron Dome milik Israel dipertanyakan, setelah lima warganya tewas akibat serangan roket.

Sistem yang menurut para pejabat Israel memiliki tingkat intersepsi 90 persen itu telah melindungi banyak nyawa di Tel Aviv, Ashkelon, dan kota-kota lain yang menjadi titik fokus bagi Hamas.

Namun, sumber intelejen telah memperingatkan bahwa Hamas telah meningkatkan persenjataannya secara signifikan, sehingga mampu menembus "perisai besi" Israel.

"Iron Dome selalu memiliki kelemahan," tulis analisis intelijen, terorisme, dan hukum Jerusalem Post Yonah Jeremy Bob, dikutip dari Telegraph.

Kendati demikian, Bob menyebut kondisi itu bukan berarti Iron Dome tak lagi efektif.

"Jika Hamas memiliki lebih banyak roket jarak jauh, ini dapat berdampak pada rencana Israel untuk pertempuran ini dan terutama pertanyaan tentang berapa lama itu akan berlangsung," kata dia.

Skala serangan roket minggu ini belum pernah terjadi sebelumnya, dengan sekitar seribu rudal ditembakkan pada jarak yang lebih jauh untuk menantang kemampuan sistem Iron Dome.

Iron Dome

Diperkenalkan 10 tahun lalu, sistem Iron Dome dikembangkan oleh dua perusahaan pertahanan Israel dengan bantuan keuangan dan teknis dari Amerika Serikat.

Iron Dome dirancang untuk mencegat roket dan mortir jarak pendek dengan menggunakan sistem deteksi radar, kemudian menembakkan roket ke udara untuk menghancurkan rudal yang masuk.

Baca juga: Jelang Jadwal MotoGP 2021 Seri 6 MotoGP Italia, Penentuan Nasib Valentino Rossi

Militer Israel telah mengerahkan 10 sistem Iron Dome di seluruh negeri dan memuji sistem tersebut karena mampu mengurangi korban dari serangan roket.

"Jumlah orang Israel yang tewas dan terluka akan jauh lebih tinggi jika bukan karena Iron Dome Israel, yang telah menjadi penyelamat," kata juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Jonathan Conricus.

Intensitas tembakan roket yang belum pernah terjadi sebelumnya menandai taktik baru Hamas untuk mencoba menguasai sistem Kubah Besi.

Sejak konflik besar terakhir pada 2014, para militan telah meningkatkan jumlah persenjataan dan kemampuan roket mereka.

"Menurut perkiraan kami, kami berbicara tentang antara 20.000 dan 30.000 roket di Gaza hari ini, roket dan mortir," kata Letkol Conricus.

"Mereka memiliki persenjataan roket canggih, saya pikir itu setara dengan kemampuan menembak beberapa negara kecil Eropa," sambung dia.

Seperti diketahui, aksi saling serang terus dilancarkan oleh Israel dan Hamas dalam beberapa hari terakhir.

Akibatnya, sejumlah bangunan hancur dan korban meninggal dunia mencapai ratusan jiwa.

Memanasnya kembali suhu konflik Israel-Palestini ini telah muncul sejak Ramadan lalu yang dipicu oleh berbagai faktor. (*)

Baca juga: Foto Profil Pacar TKW yang Nekat Pulang saat Corona Ini Ganteng Banget, Saat Tahu Aslinya LM Lemas

Baca juga: Kabar Terbaru Norman Kamaru? Mundur dari Polri Demi Jadi Artis tapi Gagal Eksis

Baca juga: Bertengkar Setelah Minum-Minum, Wanita Ini Duduki Suaminya hingga Tewas

Baca juga: Kondisi Terakhir Mudik Lebaran di Stasiun Tawang Semarang : Nia Sempat Tertahan

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved