Breaking News:

Berita Nasional

Rizieq Shihab Menangis di Sidang Ceritakan saat Dicekal hingga Tak Bisa Pulang ke Indonesia

Mantan pentolan FPI itu menangis saat menceritakan bagaimana dirinya mendapatkan pencekalan sehingga tidak bisa pulang ke Indonesia.

Editor: M Syofri Kurniawan
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Muhammad Rizieq Shihab (MRS) menangis dalam ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur saat bacakan pledoi, Kamis (20/5/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Muhammad Rizieq Shihab menangis saat membacakan pleidoi atau nota keberatan atas tuntutan jaksa penuntut umum dalam kasus kerumunan Petamburan dan Megamendung.

Mantan pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu menangis saat menceritakan bagaimana dirinya mendapatkan pencekalan sehingga tidak bisa pulang ke Indonesia.

Rizieq awalnya menyebut kasus kerumunan yang menjerat dirinya merupakan perkara politik yang dibungkus dengan hukum.

Baca juga: 20 Orang Meninggal di Semarang Karena Terpapar Covid-19 Seusai Divaksin, Kok Bisa?

Baca juga: Beredar Video Mesum Diduga Diperankan Kadus di Kendal, Begini Tanggapan Perangkat

Baca juga: Bikin Hati Bergetar, Pengunjung Mal di Purwokerto Kumandangkan Indonesia Raya di Harkitnas

Baca juga: Seperti Apa Sebenarnya Kenakalan Aisyah hingga Terbunuh oleh Orang Tuanya? Ini Kesaksian Tetangga

Ia menuding dirinya diusut dalam kasus kerumunan Petamburan dan Megamendung karena ada dendam politik kelompok oligarki yang gusar ketika Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kalah di Pilkada DKI 2017.

Hal itu disimpulkan Rizieq setelah mengikuti proses hukum kasus ini mulai dari panggilan polisi hingga berujung sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

"Saya semakin percaya dan yakin ini adalah kasus politik yang dibungkus dan dikemas dengan kasus hukum," kata Rizieq membacakan pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (20/5/2021).

Rizieq kemudian menjelaskan bahwa kasus ini masih ada kaitannya dengan Aksi Bela Islam 411 dan 212 pada 2016 lalu.

Saat itu terjadi aksi turun ke jalan menuntut proses hukum Ahok yang terjerat kasus penistaan agama.

"Saat itu umat Islam Indonesia bersatu menuntut Ahok Si Penista Agama diadili karena telah menistakan Alquran. Kemudian berlanjut ke Pilkada 2017 di Ibukota Jakarta. Ketika itu Ahok si Penista Agama menjadi salah satu calon Gubernur Jakarta yang didukung penuh para oligarki yang saat itu sukses menggalang dukungan mulai dari Presiden dan para menterinya, hingga Panglima TNI dan Kapolri serta jajarannya, serta juga seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) di Ibu Kota Jakarta yang diwajibkan untuk memilih Ahok," papar Rizieq.

Muhammad Rizieq Shihab (MRS) menangis dalam ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur saat bacakan pledoi, Kamis (20/5/2021). (Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra)
Menurut Rizieq, Ahok pada saat itu mendapat sejumlah dukungan. Bahkan ia menyebut banyak buzzer yang secara terus menerus menyerang siapa saja yang tidak mendukung Ahok.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved