Breaking News:

Wawancara Eksklusif

WANSUS Kadinkes Kota Tegal Maksimalkan Jogo Tonggo RW Pantau Pemudik

Satu di antara kunci keberhasilan menekan angka kasus penyebaran Covid-19 adalah ketaatan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: iswidodo

TRIBUNJATENG.COM - Satu di antara kunci keberhasilan menekan angka kasus penyebaran Covid-19 adalah ketaatan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Ketegasan dan keberanian Kepala Dinas Kesehatan menegakkan dan mengedukasi masyarakat untuk memahami dan menyadari pentingnya protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran corona juga jadi kunci utama.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal dr Sri Primawati Indraswari bersyukur karena selama empat bulan terakhir, angka kasus penyebaran Covid-19 di Kota Tegal berhasil ditekan dan terpantau landai. Selama empat bulan status Kota Tegal dinyatakan zona kuning, sejak Februari- Mei 2021.
Selama Ramadan dan Idulfitri 2021 ini tidak ada muncul klaster baru, seperti klaster buka puasa bersama, klaster pemudik, maupun klaster objek wisata. Lalu bagaimana penanganan pandemi Covid-19 di Kota Tegal sehingga kasusnya terpantau landai.
Wartawan Tribunjateng.com, Fajar Bahruddin Achmad wawancara ekslusif dengan dr Sri Primawati Indraswari, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal. Hasil wawancara disajikan dalam bentuk video di media sosial dan web Tribunjateng.com, serta koran cetak harian Tribun Jateng. Berikut petikan wawancaranya.
Bagaimana angka kasus Covid-19 di Kota Tegal?
Situasi Covid-19 di Kota Tegal per 18 Mei 2021, jumlah kasus yang terkonfirmasi secara kumulatif ada 2.283 orang. Rinciannya, pasien sembuh ada 2.126 orang dengan presentasi 93,12 persen. Pasien yang meninggal dunia ada 137 orang dengan persentase 6 persen.
Sedangkan untuk kasus yang masih aktif ada 20 orang. Rinciannya sejumlah 12 orang menjalani isolasi mandiri dan 8 orang dirawat di rumah sakit. Dari jumlah kasus yang terkonfirmasi positif berdasarkan jenis kelamin, paling banyak adalah wanita. Persentasenya 57 persen wanita dan 43 persen pria. Sedangkan dalam kelompok umur yang paling banyak adalah usia produktif, usia 35-45 tahun. Alhamdulillah grafik terus menurun. Terkendali.
Apa saja upaya Dinkes jaga kasus terus melandai?
Jadi, kami memang mengevaluasi kasus Covid-19 setiap minggu. Kami hitung, kami evaluasi capaiannya, dan kami evaluasi progres penanganannya.
Sebelum penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro, Kota Tegal berstatus zona oranye. Setelah diterapkan PPKM Mikro, Alhamdulillah statusnya menjadi zona kuning. Status tersebut bertahan sejak Februari 2021.
Meski angka kasusnya naik turun, tapi statusnya tetap aman yaitu zona kuning. Hal ini juga terbantu karena aktifnya peran Jogo Tonggo di tiap RW. Jadi tiap RW ikut berperan aktif dalam penanggulangan pandemi Covid-19.
Saat libur Lebaran Jogo Tonggo ikut memonitor para pemudik yang datang ke Kota Tegal. Apabila ada pemudik yang datang dan tidak membawa surat bebas Covid-19, maka langsung wajib menjalani swab tes antigen di puskesmas. Apabila ada yang positif, maka langsung menjalani isolasi terpusat di Rusunawa.
Kemarin ada sebanyak 685 pemudik yang menjalani swab test antigen. Alhamdulillah hanya dua pemudik yang terkonfirmasi positif. Mereka langsung menjalani isolasi mandiri di Rusunawa. Jadi peran dari masyarakat dalam Jogo Tonggo sangat membantu sekali dalam penanggulangan pandemi Covid-19 di Kota Tegal.
Penanganan selama libur Lebaran bagaimana Bu?
Yang jelas, memang kami bisa mengendalikan dan mencegah penyebaran Covid-19. Tetapi ini belum berakhir. Masih ada kasus terkonfirmasi Covid-19. Meskipun hanya satu, itu tetap mempunyai potensi menularkan.
Jadi kita tetap harus waspada. Kami tidak ingin ada lonjakan kasus seperti yang terjadi di negara-negara lain. Jangan sampai ada gelombang kedua maupun ketiga. Maka perlu diantisipasi. Meski bisa menekan, kami harus tetap mengendalikan. Kuncinya ada di penerapan protokol kesehatan, itu tidak boleh ditinggalkan.
Progres vaksinasi sampai di mana Bu?
Vaksinasi Covid-19 di Kota Tegal sudah berlangsung sejak Januari 2021. Diawali tahap pertama untuk tenaga kesehatan. Alhamdulillah capaiannya sudah di atas 100 persen, baik dosis pertama maupun kedua. Saat ini kami sedang menjalankan vaksinasi tahap kedua yang diperuntukkan bagi pelayan publik dan lansia. Untuk pelayan publik capaian pada dosis pertama sudah di atas 100 persen. Sedangkan untuk lansia capaiannya baru sekira 26 persen.
Hingga saat ini kami masih melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat, terutama lansia. Tujuannya agar mereka mau mengikuti vaksinasi Covid-19.
Apa kendala vaksinasi untuk lansia?
Untuk lansia banyak yang punya komorbid (Penyakit penyerta). Kemudian kalau lansia itu harus ada yang mengantar, tidak bisa pergi sendiri. Oleh karena itu kami akan mendekatkan diri dengan menjemput bola. Mungkin nanti vaksinasi bisa dilakukan di posyandu atau kelurahan. Supaya vaksinasi ini capaiannya bisa semakin baik.
Apa pesan Ibu untuk masyarakat?
Saya berpesan kepada masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam penanggulangan pandemi Covid-19. Karena selagi masih pandemi, penularan ini masih bisa terus berlangsung. Kita tidak tahu ini sampai kapan. Oleh karena itu dalam sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat, juga perlu dibantu masyarakat.
Kami akan tetap melakukan upaya 3T, yaitu Testing, Tracing, dan Treatment. Tapi masyarakat juga harus sadar untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.
Kalau tidak perlu sekali, tidak usah keluar rumah. Kalau ada yang harus belanja ke pasar atau baru pulang dari bepergian, jangan langsung memeluk anggota keluarga. Harus ganti baju dan mandi dulu, baru bisa memeluk keluarga tercinta. (fba)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved