Breaking News:

Berita Regional

Babak Baru Kasus Penyerangan Polsek Ciracas: 61 Anggota TNI Divonis Bersalah, 17 Dipecat

Pihak Pengadilan Militer II-08 Jakarta telah melakukan sidang secara maraton. Mereka mengadili 67 prajurit TNI sebagai terdakwa perusakan

Editor: galih permadi
Puspen Mabes TNI
Pengadilan Militer II-08 Jakarta menggelar sidang putusan terhadap pelaku perusakan Polsek Ciracas. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Masih ingat peristiwa penyerangan Polsek Ciracas beberapa bulan lalu.

Pihak Pengadilan Militer II-08 Jakarta telah melakukan sidang secara maraton.

Mereka mengadili 67 prajurit TNI sebagai terdakwa perusakan Polsek Ciracas.

Baca juga: Pratu TNI AL Jehezkial Yusuf Babak Belur Dikeroyok 10 Preman Terminal, Dompet dan Uang Diambil

Baca juga: 51 Warga Dalam 1 RW di Solo Terpapar Corona

Baca juga: Ditinggal Akad Nikah, Rumah Kakek Bripda Hery di Semarang Disatroni Maling, Uang Sumbangan Raib

Baca juga: Heboh Penemuan Mayat di Sungai Bengawan Solo, Ini Ciri-cirinya

Dari 67 prajurit TNI, 17 di antaranya dipecat.

Hari ini, Senin (24/5/2021), Pangadilan Militer II-08 Jakarta menggelar sidang putusan terhadap empat terdakwa pada Senin (24/5/2021).

Dalam sidang putusan tersebut dilakukan dalam dua berkas terpisah, yakni berkas perkara terdakwa Pratu Novendo Arya Putra dari Kesatuan Badan Pembinaan Hukum (Babinkum TNI) dengan Hakim Ketua Letkol Chk (K) Nunung Hasana dan Otidur Militer Letkol Chk Salmon Balubun.

Dalam sidang putusan perkara Nomor 59-K/PM.II-08/AD/III//2021 dengan terdakwa Novendo Arya Putra, majelis hakim menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 170 Ayat (1) juncto Ayat (2) Ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Kemudian Pasal 351 Ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP dan Pasal 406 Ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dengan putusan hukuman pokok satu tahun penjara potong masa tahanan dan hukuman tambahan diberhentikan dari dinas kemiliteran secara tidak hormat atau dipecat.

Sedangkan berkas perkara 28-K/PM.II-08/AD/II/2021 dengan tiga orang terdakwa yaitu, Prada Muhammad Faisal, Prada Ardi Sepri, dan Prada Adefo dari Kesatuan Pengadilan Militer Utama dengan Hakim Ketua Letkol Laut Slamet dan Oditur Militer Letkol Chk Salmon Balubun.

Dalam amar putusan majelis hakim menetapkan Prada Muhammad Faisal secara sah dan menyakinkan melanggar Pasal 170 Ayat (1) juncto Ayat (2) Ke-1 KUHP, Pasal 351 Ayat (1) juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP, Pasal 406 Ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke - 1 KUHP dengan hukuman pokok penjara 11 bulan dan hukuman tambahan diberhentikan secara tidak hormat atau dipecat.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved