Covid-19 Diklaim Stabil, Dokter India: Kami Masih Harus Menempuh Jalan Panjang
para ahli memperingatkan India dapat menghadapi gelombang infeksi ketiga dalam beberapa bulan mendatang.
TRIBUNJATENG.COM, NEW DELHI - Wabah Covid-19 yang melanda India diklaim telah stabil di beberapa bagian negara, meski kasus kematian akibat virus corona masih terus meningkat.
Pejabat Kementerian Kesehatan India, Lav Agarwal mengatakan, kasus aktif di negara bagian terkaya di Maharashtra dan Karnataka, rumah bagi pusat teknologi Bengaluru, dan negara bagian pesisir Kerala telah jatuh dalam 2 pekan terakhir.
Menurut dia, jumlah kasus harian di negara bagian termasuk Benggala Barat dan negara bagian selatan Andhra Pradesh, dan Tamil Nadu sedang meningkat.
Dengan rumah sakit yang meluap, sistem kesehatan di kota-kota kewalahan, dan kekurangan vaksin, para ahli memperingatkan India dapat menghadapi gelombang infeksi ketiga dalam beberapa bulan mendatang.
"Meskipun (penyebaran virus corona-Red) telah stabil di banyak bagian negara dan secara keseluruhan beban telah berkurang, kami masih harus menempuh jalan panjang dengan gelombang ini. Untuk pertama kalinya, kami melihat bahwa daerah pedesaan terkena pandemi ini," kata Dr VK Paul, bagian dari panel pemerintah federal di covid-19 manajemen.
Meski demikian, Pemerintah ibu kota New Delhi berencana melonggarkan pembatasan sosial jika jumlah kasus positif covid-19 terus menurun hingga pekan depan.
New Delhi menjadi satu kota yang merasakan dampak terparah dari penyebaran virus corona di India. Sejak 20 April isolasi ketat diberlakukan, mendorong penurunan kasus yang cukup signifikan.
Ketua Menteri Delhi, Arvind Kejriwal mengatakan, kasus baru telah menurun dalam beberapa minggu terakhir dan tingkat positif tes telah turun di bawah 2,5 persen, dibandingkan dengan 36 persen pada bulan lalu.
Dilansir dari Reuters, per hari Minggu (23/5) India mencatat 240.842 infeksi baru dan 3.741 kematian secara nasional dalam 24 jam.
Catatan hari Minggu merupakan jumlah kasus harian terendah dalam lebih dari sebulan terakhir. Di New Delhi tercatat sekitar 1.600 kasus covid-19 baru dalam 24 jam terakhir.
Pada hari Minggu juga, pemerintah melaporkan jumlah tes covid-19 harian tertinggi, dengan lebih dari 2,1 juta sampel yang diuji dalam 24 jam.
"Jika kasus terus menurun selama seminggu, maka mulai 31 Mei kami akan memulai proses pembukaan pembatasan," kata Kejriwal, dalam konferensi pers, dilansir Reuters.
Banyak negara bagian di India saat ini masih dalam fase lockdown demi menekan penyebaran virus. Penguncian di banyak daerah meningkatkan kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari pandemi.
Dewan Riset Medis India bulan ini mengatakan bahwa distrik dengan tingkat infeksi yang tinggi harus tetap ada di fase penguncian selama 6-8 minggu untuk memutus rantai penularan. Para ahli memperingatkan India dapat menghadapi gelombang ketiga infeksi dalam beberapa bulan mendatang.
Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi dan otoritas negara telah menghadapi kecaman luas karena gagal melawan pandemi. Lambatnya vaksinasi di negara ini merupakan perhatian utama lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/anggota-keluarga-meletakkan-bunga-di-atas-jenazah.jpg)