Breaking News:

Berita Nasional

Larangan Mudik Lebaran Buat Garuda Indonesia Babak Belur, Pernah Hanya 17 Penerbangan Per Hari

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) babak belur dihajar pandemi virus corona Covid-19.

ARSIP GARUDA INDONESIA
Ilustrasi - Pesawat Garuda Indonesia 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) babak belur dihajar pandemi virus corona Covid-19.

Perusahaan pelat merah itu kini tak lagi terbang tinggi dari sisi kinerjanya.

Sebagai perbandingan, tahun 2020 kinerja keuangan GIAA hingga kuartal ketiga tahun 2020 anjlok 67,85 persen menjadi US$ 1,14 miliar, dari sebelumnya US$ 3,54 miliar pada kuartal ketiga 2019.

Baca juga: Dianggap Kelewatan Soal Pencapresan, Ganjar Pranowo Akhirnya Buka Suara

Baca juga: Heboh! Sapi Limousin Misterius Ditemukan di Sawah, Diduga Hasil Curian

Baca juga: Aksi Ganjar Makan Mi Tanpa Saus Jadi Perhatian, Netizen: Isyarat Kuning Merapat Tanpa Merah

Baca juga: Luna Maya Melongo Dengar Cerita Sophia Latjuba Soal Ariel: Masa Kamu Digituin Soph?

GIAA pun membukukan rugi bersih US$ 1,07 miliar.

Kondisi ini berbalik dari kuartal ketiga tahun sebelumnya yang masih mendulang laba bersih US$ 122,42 juta.

Per akhir September 2020, GIAA memiliki total liabilitas sebesar US$ 10,36 miliar, naik 177,74% dibandingkan total liabilitas pada periode yang sama tahun 2019 yang sebesar US$ 3,73 miliar.

Labilitas GIAA per kuartal ketiga 2020 terdiri dari liabilitas jangka panjang senilai US$ 5,66 miliar dan liabilitas jangka pendek sebesar US$ 4,69 miliar.

Hingga tutup tahun, GIAA belum juga merilis laporan keuangannya.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Irfan Setiaputra enggan berkomentar banyak mengenai hal tersebut.

"Saat ini kami belum ada komentar.

Halaman
1234
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved