Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

Larangan Mudik Lebaran Buat Garuda Indonesia Babak Belur, Pernah Hanya 17 Penerbangan Per Hari

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) babak belur dihajar pandemi virus corona Covid-19.

Tayang:
ARSIP GARUDA INDONESIA
Ilustrasi - Pesawat Garuda Indonesia 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) babak belur dihajar pandemi virus corona Covid-19.

Perusahaan pelat merah itu kini tak lagi terbang tinggi dari sisi kinerjanya.

Sebagai perbandingan, tahun 2020 kinerja keuangan GIAA hingga kuartal ketiga tahun 2020 anjlok 67,85 persen menjadi US$ 1,14 miliar, dari sebelumnya US$ 3,54 miliar pada kuartal ketiga 2019.

Baca juga: Dianggap Kelewatan Soal Pencapresan, Ganjar Pranowo Akhirnya Buka Suara

Baca juga: Heboh! Sapi Limousin Misterius Ditemukan di Sawah, Diduga Hasil Curian

Baca juga: Aksi Ganjar Makan Mi Tanpa Saus Jadi Perhatian, Netizen: Isyarat Kuning Merapat Tanpa Merah

Baca juga: Luna Maya Melongo Dengar Cerita Sophia Latjuba Soal Ariel: Masa Kamu Digituin Soph?

GIAA pun membukukan rugi bersih US$ 1,07 miliar.

Kondisi ini berbalik dari kuartal ketiga tahun sebelumnya yang masih mendulang laba bersih US$ 122,42 juta.

Per akhir September 2020, GIAA memiliki total liabilitas sebesar US$ 10,36 miliar, naik 177,74% dibandingkan total liabilitas pada periode yang sama tahun 2019 yang sebesar US$ 3,73 miliar.

Labilitas GIAA per kuartal ketiga 2020 terdiri dari liabilitas jangka panjang senilai US$ 5,66 miliar dan liabilitas jangka pendek sebesar US$ 4,69 miliar.

Hingga tutup tahun, GIAA belum juga merilis laporan keuangannya.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Irfan Setiaputra enggan berkomentar banyak mengenai hal tersebut.

"Saat ini kami belum ada komentar.

Kami sedang fokus menangani pensiun dini para karyawan yang merupakan satu bangsa," ucap Irfan, Minggu (23/5/2021).

Ia juga menanggapi adanya isu terkait pesawat Garuda yang saat ini hanya tinggal 40 pesawat dari 140 pesawat.

Menurutnya, hal itu belum dapat dikomentari.

"Biarkan kami dan tim fokus dulu untuk menangani program pensiun dini ini, yang di mana para karyawan kami ini merupakan satu bangsa," kata Irfan.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pilot Garuda (APG), Kapten Muzaeni memberikan gambaran mengenai kondisi maskapai selama pandemi covid-19.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved