Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Pemimpin Tertinggi Hamas Tampil Perdana dalam Parade Militer di Jalur Gaza

Sabtu (22/5/2021), pemimpin tertinggi Hamas, Yehiyeh Sinwar, untuk pertama kalinya membuat penampilan publik.

Kompas.com/Istimewa
Pemimpin tertinggi Hamas di Gaza, Yehiyeh Sinwar (tengah), memberikan penghormatan di sebuah rumah duka bagi seorang komandan Hamas yang tewas dalam perang, di Kota Gaza, Sabtu, 22 Mei 2021. (AP PHOTO/ MOHAMMED MOHAMMED) 

 
Masalah tak terpecahkan

Menteri pertahanan Israel, Benny Gantz, mengatakan Israel telah memberikan pukulan hukuman bagi Hamas.

Sementara tokoh-tokoh utama Hamas tetap menjadi sasaran.

Meski demikian, ada ekspektasi luas bahwa gencatan senjata akan berlaku sementara, bahkan jika ronde bentrokan lain di beberapa titik tampaknya tak terelakkan.

Masalah yang mendasari pertikaian tetap tidak terpecahkan.

Salah satunya karena konflik 14 tahun blokade perbatasan Israel-Mesir, yang memengaruhi lebih dari 2 juta penduduk Gaza.

Di samping itu juga adanya penolakan oleh militan Hamas untuk melucuti senjata.

Konflik tersebut juga memunculkan rasa frustrasi yang mendalam di antara orang-orang Palestina, baik di Tepi Barat yang diduduki, Gaza atau di dalam Israel, atas status quo, dengan proses perdamaian Israel-Palestina yang ditinggalkan selama bertahun-tahun.

Terlepas dari statusnya yang melemah, Presiden Palestina Mahmoud Abbas akan menjadi titik kontak untuk setiap pembaruan upaya diplomasi Amerika Serikat (AS).

Pasalnya, Israel dan Barat (termasuk AS), menganggap Hamas sebagai organisasi teroris.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken akan bertemu dengan Abbas dan para pemimpin Israel ketika dia berkunjung di minggu mendatang.

Abbas diperkirakan akan meningkatkan tuntutan agar rencana rekonstruksi Gaza, melalui Otoritas Palestina untuk menghindari penguatan Hamas.

Pada Sabtu (22/5/2021) Abbas bertemu dengan mediator Mesir.

Mereka membahas pembangunan kembali Gaza dan hubungan internal Palestina, menurut kantor berita resmi Palestina Wafa.

Seorang diplomat Mesir mengatakan bahwa dua tim penengah berada di Israel dan wilayah Palestina.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved