Breaking News:

Berita Kudus

Jarang Pulang Ke Rumah, Tim Pemulasaraan RSUD Kudus Tidak Mengenal Hari Libur‎

Tim pemulasaraan jenazah RSUD dr Loekmono Hadi Kudus berperan penting dalam penanganan kasus Covid-19, apalagi di tengah lonjakan kasus kematian saat

Penulis: raka f pujangga | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Sejumlah Tim pemulasaraan jenazah RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS -  Tim pemulasaraan jenazah RSUD dr Loekmono Hadi Kudus berperan penting dalam penanganan kasus Covid-19, apalagi di tengah lonjakan kasus kematian saat ini.

Tim yang berjumlah 10 orang itu selalu siaga 24 jam untuk menangani pasien yang meninggal dunia.

Mulai dari menjemput jenazah dari ruang isolasi, mereka sudah harus menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Kemudian membawa jenazah ke ruangan untuk dimandikan, disalatkan dan dikebumikan sesuai syariat.

Namun para pejuang itu tidak pernah mengenal insentif karena tidak termasuk dalam tenaga kesehatan.

Hanya tim dokter, perawat, dan pemakaman ‎saja yang mendapatkan insentif. Sedangkan mereka cukup menjadi pahlawan tanpa tanda jasa.

Pendamping Tim Pemulasaraan ‎RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Saiful Annas telah merasakan asam dan garam selama bertugas ke dalam tim.

Bahkan, dia sampai berbulan-bulan tidak pulang untuk mencegah penularan kepada keluarganya.

"Saya pulang itu paling lama sampai tiga bulan, karena khawatir penularan ke keluarga. Kebetulan keluarga juga ada komorbid," ujar dia, Kamis (27/5/2021).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved