Breaking News:

Berita Kab Semarang

Mudik Lebaran Dilarang, Kendaraan Masuk Kabupaten Semarang Turun 10 Persen Lebih

Meskipun Kabupaten Semarang masuk wilayah aglomerasi, aktivitas kendaraan cenderung landai saat masa mudik Lebaran.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: moh anhar
tribunjateng/deni setiawan
ILUSTRASI Gerbang Tol Bawen. 

Penulis: M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang mencatat terjadi penurunan kendaraan masuk wilayah Bumi Serasi hampir 10,45 persen pada arus mudik libur Lebaran Idul Fitri 2021.

Kepala Dishub Kabupaten Semarang Rudibdo mengatakan penurunan jumlah kendaraan yang memasuki Kabupaten Semarang disinyalir karena adanya larangan mudik oleh pemerintah pusat. 

"Meskipun Kabupaten Semarang masuk wilayah aglomerasi dari catatan kami aktivitas kendaraan cenderung landai atau sangat lancar kemarin. Rata-rata kendaraan masuk pada 3 titik survei untuk motor maksimal 15 ribu," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Kamis (27/5/2021) 

Kemudian untuk kendaraan mobil, baik keluar maupun masuk wilayah Kabupaten Semarang, maksimal 10 ribu unit yang melintas.

Baca juga: Pembunuhan Mertua dan Ipar di Kendal, Ari Tumpuk 2 Mayat dalam WC, Sempat Ngopi dan Sebat

Baca juga: Jarang Pulang Ke Rumah, Tim Pemulasaraan RSUD Kudus Tidak Mengenal Hari Libur‎

Baca juga: Heboh Keranda Mayat di Banjarnegara Bisa Pindah Tempat, Lurah Beberkan Alasan Logis: Bukan Mistis

Sedangkan, bus di angka 304 kendaraan dari pengamatan mulai masuk batas Kota Ungaran, Kopeng, dan Bandungan. 

Ia menambahkan, selama arus mudik libur Lebaran 2021 yang lalu, kendaraan, baik pada jalan tol maupun jalanan dalam kota, lebih banyak didominasi angkutan barang.

Sedangkan, warga yang beraktivitas terjadi sedikit kenaikan menjelang Lebaran Idul Fitri. 

"Untuk persentase kendaraan masuk keseluruhan sekira 10,45 persen. Kemudian yang keluar dari Kabupaten Semarang tercatat 5,07 persen lebih kecil karena rata-rata orang hanya pergi ke daerah sekitar seperti Salatiga atau Kota Semarang dan Boyolali," katanya

Rudibdo mengungkapkan, sebelum adanya larangan mudik setiap musim libur Lebaran Idul Fitri kendaraan yang masuk mencapai lebih 100 persen, terutama mendekati puncak hari H. 

Baca juga: Dinkes Klaim Kasus Covid-19 di Semarang Flat Pasca Lebaran, Larangan Mudik Berdampak Baik

Baca juga: Neno Warisman Tak Marah Meski Disemprot Inul Daratista: Dia Diva Pintar Masak dan Sholat Tepat Waktu

Baca juga: Jembatan Kaca Tinjomoyo Dikerjakan Tahun Ini, Sudah Masuk Lelang

Dia menyatakan, tidak jarang anggota kepolisian bersama Dishub harus menempatkan personel untuk melakukan pengaturan arus lalulintas hampir 24 jam khususnya pada jalur-jalur wisata. 

"Titik persimpangan exit toll Bawen misalnya ke arah Ambarawa-Magelang langganan macet. Kemudian titik alternatif Bandungan-Temanggung juga sama, karena sejumlah jalur itu juga banyak destinasi wisata," ujarnya (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved