Berita Regional
Kisah Toni Tukang Bakso Tertipu Investasi Bitcoin Bodong Rp 35 Juta: Uang Rencana Buat Naik Haji
Tergiur investasi bitcoin, Toni Haryanto (46) seorang pedagang bakso di Desa Duren, Kecamatan Klari, Karawang tertipu hingga Rp 35 juta.
TRIBUNJATENG.COM, KARAWANG - Tergiur investasi bitcoin, Toni Haryanto (46) seorang pedagang bakso di Desa Duren, Kecamatan Klari, Karawang tertipu hingga Rp 35 juta.
Padahal uang tersebut rencananya akan digunakannya untuk ibadah haji.
"Pengennya ngasih kejutan, tetapi malah tertipu," kata Toni saat ditemui di Mapolres Karawang, Senin (31/5/2021).
Sore itu, Toni Haryanto datang ke Mapolres Karawang hendak melaporkan penipuan investasi bitcoin yang bermula dari media sosial.
Baca juga: Atta Halilintar dan Putra Siregar Dikabarkan Jadi Investor PSG Pati: Bismillah!
Baca juga: Waspada BMKG: Gempa Besar M 8,9 dan Tsunami 29 Meter Berpotensi Terjadi di Wilayah Pulau Jawa
Baca juga: Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Laila Solihaty Ibu Mochamad Iriawan Iwan Bule Ketum PSSI Meninggal
Baca juga: Reaksi Juliari Batubara Saat PPK Kemensos Kena OTT KPK Korupsi Bansos: Semua ke Kamar Pak Menteri
"Saya konsultasi dahulu, lalu saya diminta untuk ke bank dahulu untuk membawa bukti rekening koran," katanya.
Penipuan itu, kata Toni, berawal dari Facebook.
Toni menemukan akun grup bernama Bitcoin Indonesia.
Kemudian ia mengklik tautan tawaran investasi bitcoin.
Setelah Toni dimasukkan ke dalam sebuah grup di aplikasi Telegram bernama bitcoin_indonesia.
Toni kemudian diminta untuk transfer sejumlah uang dengan modus titip dana, yang kemudian ditawarkan akan mendapatkan keuntungan 10 persen satu hari.
Pertama ia mentrasnfer Rp 2 juta rupiah, kemudian sempat ditransfer kembali uang senilai Rp 2,2 juta.
Karena ada untung Toni mulai transfer kembali Rp 2 juta.
Lalu pada titip dana ke tiga, Toni mentransfer uang kembali senilai Rp 2 juta.
Namun uang modal dan untung 10 persen, tidak kunjung datang.
Karena penasaran, Toni menanyakan kepada admin grup.