Breaking News:

Berita Wonogiri

Wegah, Wegah! Teriak Bunga Bocah SD Wonogiri Bikin Kakek Curiga, Ternyata T Pernah Menidurinya

Pelajar kelas 6 SD sebut saja Bunga dan perempuan usia 13 tahun berinisial KD pelajar kelas VII di Kabupaten Wonogiri menjadi korban persetubuhan

Penulis: Agus Iswadi | Editor: galih permadi
ISTIMEWA
Konferensi pers ungkap kasus persetubuhan anak di bawah umur di Mapolres Wonogiri pada Kamis (3/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, WONOGIRI - Pelajar kelas 6 SD sebut saja Bunga dan perempuan usia 13 tahun berinisial KD pelajar kelas VII di Kabupaten Wonogiri menjadi korban persetubuhan anak di bawah umur.

Dua kasus tersebut diungkap jajaran Polres Wonogiri saat konferensi pers di Mapolres pada Kamis (3/6/2021). 

Kapolres Wonogiri, AKBP Christian Tobing menyampaikan, kasus persetubuhan yang dialami Bunga terungkap karena kakek korban merasa curiga kepada pelaku berinisal T (56) , tetangga korban, saat datang ke rumah untuk mengajak korban pergi jalan-jalan pada pertengahan Januari 2021 lalu.

Baca juga: Cerita Mistis Nuke Wartawan Pekalongan Ditempeli Siluman Kutorojo: Injak Tempat Makan Makhluk Halus

Baca juga: KD Siswi SMP Wonogiri 3 Kali Diperkosa Tetangga, Ketahuan Seusai Ibu Korban Lihat Ini di Ponsel Anak

Baca juga: AM Guru Honorer Semarang Terlilit Utang Pinjaman Online Rp 206 Juta: Awal Cuma Pinjam Rp 3,7 Juta

Baca juga: Catatan Buruk Timnas Indonesia Vs Thailand, Kick Off 23.15 Malam Ini, Live Streaming di Sini!

Akan tetapi saat itu korban menolak dan berteriak-teriak. 

"Korban teriak-teriak bilang wegah, wegah (tidak mau) akan tetapi pelaku memaksa korban untuk ikut dengannya," katanya dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com. 

Berdasarkan keterangan dari hasil pemeriksaan, pelaku dulu pernah mengajak korban pergi untuk membeli kampas rem sepeda miliknya sekaligus jalan-jalan.

Akan tetapi sebelum membeli jajanan, korban diajak mampir ke rumah T.

Setelah tiba di rumah, korban diancam oleh pelaku apabila tidak mau diajak berhubungan badan akan dilaporkan kepada kakek dan saudaranya supaya disuruh pergi dari rumah.

Lantaran takut, korban pun menuruti permintaan pelaku untuk melakukan hubungan badan. 

Atas perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 81 dan 82 Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 perubahan kedua atas Undang-undang RI Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun dan denda 5 miliar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved