Breaking News:

Berita Viral

2 Porsi Mi Rebus di Kedai Puncak Bogor Rp 54.000: Pegawainya Mabuk Malam Itu

Si pengungung mengunggah foto bon pembayaran di kedai itu hingga viral di medsos. Belakangan diketahui, pegawai dalam kondisi mabuk saat menghitung.

Shutterstock
Ilustrasi mi instan 

TRIBUNJATENG.COM - Pengunjung sebuah kedai di Puncak, Bogor, Jawa Barat, membayar dua porsi mi rebus sebesar Rp 54.000.

Si pengungung mengunggah foto bon pembayaran di kedai itu hingga viral di media sosial.

Belakangan diketahui, pegawai dalam kondisi mabuk saat menghitung harga.

Baca juga: Suami Tahu Istrinya Kencan Berbayar dengan Pria Lain Setelah Penemuan Mayat Wanita Tanpa Kepala

Baca juga: Bukan Dipaksa, Ini Pengakuan Alvin Faiz Soal Alasannya Menikahi Larissa Chou

Baca juga: Inilah Sosok Heri Purwanto Pemotong Kepala Wanita yang Pamit ke Suami Beli Susu Ternyata Open BO

Baca juga: Video Cerita Penjaga Pintu Air Bendungan Pleret Simongan Semarang

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Puncak melakukan pemantauan ke kedai itu setelahkejadian.

Hasil pemantauan didapati harga satu mi rebus telur sebenarnya sudah sesuai, yaitu Rp 18.000.

Namun, oleh si pegawai kedai, pesanan pengunjung ditulis seharga Rp 54.000 untuk dua porsi. Seharusnya pengunjung membayar Rp 36.000.

Karena itulah, pengunjung merasa dirugikan karena harganya terlampau mahal.

Tarif makanan yang dijajakan di salah satu kedai di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor viral di media sosial (medsos).
Tarif makanan yang dijajakan di salah satu kedai di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor viral di media sosial (medsos). (Tribunnews.com/Istimewa)

Menanyakan kasus ke pengelola kedai

Selain melakukan pemantauan, Pokdarwis Puncak juga melakukan klarifikasi terhadap Kedai Rizqi Maulana.

Dari hasil pemantauan, penyebab harga tak wajar itu gara-gara faktor sumber daya manusia (SDM) di kedai tersebut diduga tak kompeten.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved