Apa Itu Bipolar? Kenali Gejala dan Cara Perawatannya
Apa itu Bipolar? Ini gejala dan cara perawatannya. Bipolar merupakan penyakit yang diidap pelukis legendaris Vincent van Gogh.
Penulis: non | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM - Apa itu Bipolar? Ini gejala dan cara perawatannya.
Bipolar merupakan penyakit yang diidap pelukis legendaris Vincent van Gogh.
Bahkan hari lahirnya 30 Maret diperingati sebagai Hari bipolar Sedunia.
Penyakit mental sebelumnya merupakan hal yang jarang dibicarakan publik.
Baca juga: Apa Itu Rotator? Ini Arti Warna dan Aturannya Menurut Undang-undang untuk Kendaraan Pribadi
Baca juga: Apa Itu Doxing? Viral Seusai Selebgram Rachel Vennya Gelar Sayembara Rp 15 Juta
Baca juga: Apa Itu Insecure? Ini Ciri-ciri dan Cara Mengatasinya
Baca juga: Apa Itu COD? Sistem Bayar di Tempat Sering Bikin Kurir Dimarahi Pembeli
Namun kini kesadaran masyarakat akan kesehatan mental mulai meningkat.
Banyak publik figur terang-terangan mengungkap jika mereka terdiagnosis memiliki gangguan kesehatan mental.
Bipolar merupakan satu di antara beberapa gangguan mental yang kerap disebut dan diderita beberapa publik figur.
Apa itu Bipolar?
Bipolar adalah jenis gangguan mental yang berhubungan dengan perubahan suasana hati ekstrem.
Dilansir dari Mayo Clinic, perubahan suasana hati yang dialami oleh penderita bipolar mencakup emosi tertinggi
(sangat senang yang disebut fase manik atau hipomanik untuk yang lebih ringan) dan terendah (sangat murung atau depresi).
Gejala kondisi ini bisa bertolak belakang dengan urutan manik-depresi yang diharapkan.
Apalagi, kejadian manik atau hipomanik bisa hampir tak terdeteksi.
Gejala Bipolar
Ada dua fase yang dialami oleh orang dengan gangguan bipolar, yaitu manik (dan hipomanik) dan depresi.
Beberapa gejala manik dan hipomanik adalah detak jantung tidak normal, perasaan gelisah atau aneh,
merasa punya energi berlebih hingga memulai banyak aktivitas, rasa percaya diri yang berlebihan dan adanya euforia,
nyaris tak membutuhkan tidur, punya khayalan yang tak biasa, punya banyak pemikiran atau ide-ide, mudah teralihkan.
Seringnya, pada fase ini membuat banyak keputusan buruk, bicara cepat dan banyak topik, mudah tersinggung.
Selain episode manik, ada pula episode depresi yang dialami oleh orang dengan gangguan bipolar. Beberapa gejalanya adalah:
Suasana hati yang buruk Mudah merasa tertekan, sedih, hampa, dan putus asa, kehilangan minat atau kesenangan pada sesuatu atau banyak hal,
penurunan berat badan secara signifikan, makan terlalu banyak atau terlalu sedikit, tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit,
gelisah tapi tak bisa melakukan banyak hal, mudah lelah dan kehilangan energi sehingga malas beraktivitas, merasa tidak berharga
atau rasa bersalah berlebihan, sulit berkonsentrasi atau berpikir tenang.
Pada berapa kasus, orang merencanakan bunuh diri Sering lupa terhadap banyak hal.
Meski mengetahui gejala dan jenis dari gangguan bipolar, sayangnya, penyebab kondisi ini tidak diketahui secara pasti.
Para ilmuwan yang mempelajari kondisi ini juga setuju bahwa tak ada penyebab tunggal dari gangguan bipolar.
Dengan kata lain, ada beberapa faktor yang mungkin terlibat dalam kondisi ini.
Dikutip dari National Institute of Mental Health (NIMH) beberapa faktor risiko berikut merupakan penyebab gangguan bipolar.
Yakni struktur dan fungsi otak, genetik, riwayat keluarga serta lingkungan dan gaya hidup.
Hanya saja untuk benar-benar mengetahui penyakit ini, diperlukan diagnosis dari dokter sebelum melakukan perawatan.
Saat ini, jenis perawatan bipolar di dunia sangat banyak.
Dirangkum dari Medical News Today, ada beberapa perawatan yang bisa dilakukan oleh penderita gangguan bipolar.
1. Perawatan obat Dokter akan meresepkan beberapa obat untuk mengatasi depresi dan manik atau hipomanik.
Obat-obatan tersebut biasanya diresepkan dalam jangka panjang, setidaknya 6 bulan.
Meski begitu, pasien perlu mengikuti setiap instruksi dokter tentang tata cara meminum obat.
2. Rawat inap Untuk beberapa kasus, dokter biasanya akan merekomendasikan rawat inap.
Hal ini dilakukan terutama jika ada perilaku berbahaya pada pasien, misalnya percobaan bunuh diri, atau berkhayal terlalu jauh.
Mendapatkan perawatan psikiatri dari rumah sakit bisa membantu pasien untuk tetap tenang dan menstabilkan suasana hati.
3. Psikoterapi Konseling psikologis atau yang kerap disebut psikoterapi juga biasanya dilakukan untuk mengontrol gejala gangguan bipolar.
Tak hanya konseling, biasanya psikoterapi juga mencakup pendidikan dan dukungan dari orang-orang terdekat.
4. Terapi perilaku kognitif (CBT) Terapi ini berfokus pada individu dan keluarga.
Hal ini bertujuan untuk mencegah kambuhnya gejala dari gangguan bipolar.
Terapi ritme interpersonal dan sosial yang dikombinasikan denganCBT juga bisa membantu meredakan gejala depresi.
5. Terapi elektroconvulsive (ECT) Terapi ini menggunakan anestesi dan sedikit kejutan listrik.
Sebenarnya terapi ini baru akan digunakan ketika bentuk terapi lain tidak efektif untuk perawatan.
6. Obat tidur Orang dengan gangguan bipolar biasanya mengalami sulit tidur.
Untuk itu, obat tidur mungkin membantu meredakan gejala tersebut.
7. Perubahan gaya hidup Memiliki gaya hidup sehat bisa membantu mengontrol gejala dari gangguan bipolar.
Rutinitas seperti diet sehat, tidur teratur dan cukup, serta berolahraga bisa menjaga stabilitas suasana hati seseorang. (tribunjateng/non)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bipolar-anak_20180603_181851.jpg)