Berita Kudus
Bantu Atasi Covid-19 di Kudus, Pemprov Jateng Kirim Nakes dan Obat-obatan ke Zona Merah
kenaikan kasus positif Covid-19 di Kudus meningkat lebih dari 30 kali lipat, Pemprov Jateng kirim tambahan tenaga kesehatan, serta obat-obatan.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: moh anhar
Penulis: Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan sejumlah upaya untuk mengurangi laju penularan Covid-19 di Kabupaten Kudus.
Data Satgas Covid-19 Pusat, kenaikan kasus positif Covid-19 di Kudus meningkat lebih dari 30 kali lipat dalam sepekan.
Penanganan di Kudus dilakukan gotong royong dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga TNI dan Polri.
Langkah antisipatif yang dilakukan pemerintah antara lain dengan mengirimkan tambahan tenaga kesehatan, peralatan penanganan pasien covid, serta obat-obatan.
"Saat ini penanganan covid di Kudus bagus terkonsolidasikan. Berdasarkan assessment kami, ada sejumlah hal yang dibutuhkan Kudus, sehingga dengan cepat kami membantu," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Senin (7/6/2021).
Hasil assessment, Kudus membutuhkan tiga orang dokter paru (dikirim 5 orang), dokter penyakit dalam usulan 10 orang (baru dikirim 5 orang), dan dokter umum usulan 20 orang (sudah dikirim sebanyak 38 orang).
Baca juga: Video Viral Sampah Medis Covid-19 Tercecer di Jembatan Penyeberangan Simpang Tujuh Kudus
Baca juga: Dua Bocil Semarang Pencuri Motor, Buat Keliling Sampai Kota Lama, Spion dan Pelat Nomor Dipreteli
Baca juga: Hasil Gak Main-main, Bisa Rebut Hadiah Rp100 Juta, Martinus Kevin Mantap Berkarir di Jalur Esport
Baca juga: Kondisi Terkini Asrama Haji Donohudan Boyolali yang jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19 dari Kudus
Untuk memenuhi jumlah tenaga dokter ini, pemprov bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jateng.
Kemudian, tenaga perawat yang dibutuhkan cukup banyak yakni 198 orang dengan rincian 48 orang dari pemprov dan 150 orang dukungan dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Politeknik dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Poltekkes dan Stikes).
Lalu, analis kesehatan 11 orang, apoteker 3 orang dan tenaga gizi 8 orang.
"Lalu peralatan seperti ventilator 10 unit terkirim, HFNC (alat terapi oksigen) 30 unit kami mintakan ke Kemenkes (Kementerian Kesehatan), oxygen concentrator, hepa filter, dan obat-obatan serta APD kami kirimkan untuk dukungan," jelasnya.
Setelah peralatan dan sumber daya manusia teepenuhi, Ganjar berharap ada perbaikan manajemen rumah sakit supaya penyebaran covid tidak makin meluas.
Misalnya, jika ada pasien covid yang hendak dirawat, namun tingkat keterisian atau okupansi rumah sakit sudah penuh, harus cepat ambil tindakan dengan mengirim pasien ke rumah sakit lain.
Selain itu, Ganjar meminta warga yang terpapar namun kondisi klinis masih baik atau orang tanpa gejala (OTG) diminta untuk tidak ke rumah sakit untuk isolasi, namun di ruang isolasi terpusat yang disediakan.
Baca juga: Digugat Warga, Keberadaan P5L Dinilai Bantu Pemkot Semarang Atasi Banjir dan Rob di Panggung Lor
Baca juga: Nyawa Petugas Tol Semarang Nyaris Melayang, Truk Cabai Mendadak Oleng di TKP Kecelakaan Ertiga
Baca juga: Gerakan Kudus di Rumah Saja Diperpanjang Tiga Hari
Baca juga: Kecelakaan Mobil Terbalik dan Ringsek di Simpang Susun Semanggi Jakarta, Netizen Tuduh Sopir Mabuk
"Yang OTG tidak perlu ke rumah sakit, tapi ke ruang isolasi terpusat, misalnya di Donohudan," ucapnya.
Terkait okupansi rumah sakit di Kudus, Ganjar sebut sudah berbahaya atau mencapai 100 persen. Karena itu, ada dukungan dari rumah sakit yang ada di daerah lain. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/warga-kudus-positif-covid-ke-donohudan.jpg)