Breaking News:

Berita Slawi

82 Warga Randusari Terkonfirmasi Positif Covid-19, 1 RW di Pagerbarang Kabupaten Tegal Di-lockdown

Kasus penularan Covid-19 yang terus meningkat, membuat warga RW 04 Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal,

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI -- Kasus penularan Covid-19 yang terus meningkat, membuat warga RW 04 Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, melakukan pembatasan aktivitas (lockdown), sejak 2 Juni lalu.

Pantauan Tribun Jateng, Senin (7/6), petugas Satgas Desa mulai berjaga di ujung jalan masuk ke permukiman warga RW 04 Desa Randusari.

Petugas pun selalu mengecek suhu tubuh dengan thermogun terhadap orang yang akan memasuki area desa.

Ditemui saat melakukan pantauan, Camat Pagerbarang, Harto Prabowo mengungkapkan, saat ini 82 warga RW 04 Desa Randusari terpapar Covid-19.

Kasus itu bermula dari imam salat id (Idulfitri) yang terpapar Covid-19 dari pemudik. Kemudian kasus itu meluas atau menular ke warga lainnya.

Setelah ditemukan satu yang positif terpapar Covid-19, dari tim medis langsung melakukan tracing rapid tes antigen dan didapati 15 orang positif.

Kemudian tracing berlanjut, pada 2 Juni, dari 202 warga yang dirapid, 44 orang menunjukkan hasil positif Covid-19. Berikutnya, rapid antigen 3 Juni, dari 151 warga yang dirapid, 22 orang positif Covid-19.

“Sehingga jika ditotal ada 82 warga RW 04 Desa Randusari yang positif Covid-19. Dari jumlah itu, enam orang meninggal dunia,” kata Harto, Senin.

Dia menjelaskan, pembatasan kegiatan warga atau lockdown itu bertujuan supaya kondisi kampung lebih kondusif dan mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 juga tidak pergi ke mana-mana.

“Yang masih diperbolehkan beraktivitas keluar rumah adalah warga yang hasilnya menunjukkan negatif Covid-19. "Lockdown mulai tanggal 2 Juni dan berakhir pada 15 Juni mendatang atau kurang lebih 2 minggu," ujarnya.

Aktivitas lain yang ikut dibatasi atau dilarang terlebih dahulu di RW 04, yaitu seperti hajatan, sekolah, madrasah, salat jemaah di musala, dan pasar dadakan atau petembreng. Adapun untuk keperluan harian warga yang sedang lockdown, seperti sembako, obat-obatan, dan lainya ditanggung oleh donatur.

Salah seorang warga RW 04 yang sedang menjalani isolasi mandiri, Sanari (70) menuturkan, ia mengalami gejala seperti pusing, tidak enak badan, sejak dua sampai tiga hari yang lalu. Namun kalau untuk keluhan sesak napas sudah mulai membaik, dibandingkan saat awal terpapar.

"Di rumah saya tinggal bersama istri dan tiga anak, semuanya negatif. Cuma saya yang positif Covid-19," ungkapnya.

Dalam kesempatan terpisah, Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Tegal, Sarmanah Adi Muraeny menambahkan, kasus Covid-19 di RW 04 Desa Randusari masuk dalam klaster rumah tangga yang awal penularannya dari salat id.

Selama dilockdown, warga tetap dipantau oleh tim medis dari Puskesmas sekitar. (dta)

Baca juga: Gerakan Kudus di Rumah Saja ‎Diperpanjang Tiga Hari, Ini Alasannya

Baca juga: Rezim Komunis China Disebut Bisa Kolaps jika Asal-usul Covid-19 Terungkap

Baca juga: Euro 2020 : Pentas Terakhir Para Bintang di Masa Pandemi

Baca juga: Lea Ciarachle Minta Maaf bila Bikin Geram dalam Sinetron Zahra

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved