Breaking News:

Berita Nasional

Haikal Hasan Dilaporkan ke Polisi Terkait Hoaks & Ujaran Kebencian Pembatalan Haji

Haikal Hasan dilaporkan ke Polri oleh Ketua Cyber Indonesia, Aulia Fahmi pada Senin (7/6/2021), terkait hoaks dan ujaran kebencian pembatalaan haji

Editor: m nur huda
Tribunnews/Herudin
Sekjen Habib Rizieq Shihab (HRS) Center, Haikal Hassan mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (23/12/2020). Kedatangannya untuk diperiksa terkait pengakuan dirinya yang mimpi bertemu dengan Rasulullah SAW, namun karena dirinya reaktif Covid-19 saat dilakukan pemeriksaan rapid test antibodi, Haikal Hasan batal dimintai klarifikasi hingga ada hasil swab PCR negatif Covid-19. 

TRIBUNJATENG.COM - Haikal Hasan dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Ketua Cyber Indonesia, Aulia Fahmi pada Senin (7/6/2021), terkait hoaks dan ujaran kebencian pembatalan haji.

Pelaporan Haikal Hassan tersebut dilakukan karena dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks, dan ujaran kebencian terkait pelaksanaan ibadah haji 2021.

Fahmi menyebutkan jika pelaporan terhadap Haikal Hassan tersebut masih dalam proses.

Baca juga: Alasan Arab Saudi Belum Umumkan Apapun Soal Haji 2021

Baca juga: Pembatalan Keberangkatan Haji 2021, GP Ansor Jateng: Pilihan Pahit Paling Realistis

Baca juga: Dana Haji Triliunan Jadi Sorotan Publik, Ketua Komisi VIII DPR: Stop Kata-kata Bohong

"Saat ini ada rekan kita sedang berada di Bareskrim Mabes Polri untuk membuat laporan polisi terkait tweet Haikal Hassan yang sempat viral. Masih dalam proses pelaporan," kata Fahmi dikutip dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Selasa (8/6/2021).

Menurut Fahmi, yang menjadi dasar pelaporan Haikal Hassan adalah cuitannya yang dinilai memiliki unsur penyebaran berita bohong yang mengandung SARA terkait haji.

"Yang pertama dasarnya adalah ada tweet dari akun Twitter milik Haikal Hassan. Yang pernyataannya bahwa baru pertama NKRI berdiri itu pergi haji tidak boleh."

"Disitu dikaitkan dengan beberapa hal, yang pertama dia menyambungkan dengan masalah RRC, Habib Rizieq," sambungnya.

Sementara itu, faktanya pada 1974, di Indonesia juga sempat tidak diperbolehkan pergi haji.

Lantaran terdapat maklumat tidak membolehkan pergi haji, karena saat itu sedang ada kendala dan peperangan.

Bahkan maklumat tersebut dibuat oleh KH Hasyim Asy'ari yang merupakan pendiri dari Nahdlatul Ulama (NU).

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved