78 Warga Karangsari Kendal Kena Corona, Gapura Masuk Disilang Bambu: Lockdown!
Pemerintah Kelurahan Karangsari Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal melakukan lockdown lokal RT 1 RW IV.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Penulis: Saiful Masum
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemerintah Kelurahan Karangsari Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal melakukan lockdown lokal RT 1 RW IV.
Keputusan itu menindaklanjuti temuan 78 warga RT 1 RW IV terpapar Covid-19 usai mengikuti rombongan takziah ke kelurahan lainnya.
Diduga mereka tertular usai mengikuti takziah di salah satu warga di Kelurahan Jotang.
Lurah Karangsari, Gatot Tunggul Wulung menjelaskan, klaster baru penyebaran Covid-19 di wilayahnya berawal adanya seorang warga yang melapor ke kelurahan mengeluh sakit. Tak hanya itu, sakit yang diderita warga itu berupa batuk-batuk meriang juga dirasakan warga lain dalam satu RT.
Ia pun mengantarkan warga yang datang melapor ke Puskesmas setempat untuk dilakukan tes swab dan dinyatakan positif Covid-19.
"Kemudian kita lakukan tes swab kepada keluarganya. Hasilnya istrinya juga tertular Covid-19. Setelah ditelusuri, orang tersebut mengikuti rombongan takziah di Kelurahan Jotang dengan menaiki minibus," terangnya, Rabu (9/6/2021).
Gatot menerangkan, minibus yang diceritakan warganya dinaiki 50-an orang dari kapasitas 25 orang. Sehingga, semua orang yang terlibat dalam rombongan tersebut terkena tracing oleh petugas Puskesmas dan dilakukan tes swab pada, Jumat (4/6/2021). Dari 20 sampel swab, 10 di antaranya dinyatakan positif Covid-19.
Atas dasar temuan kasus yang terus berkembang, Dinas Kesehatan melakukan tes swab massal warga setempat untuk mengetahui sejauh mana paparan Covid-19 di Kelurahan Karangsari.
"Dari 150 warga yang dijadwalkan tes swab, hanya 109 yang datang. Hasilnya 66 orang positif Covid-19. Total ada 78 orang yang saat ini dinyatakan terpapar corona menjalani isolasi mandiri, yang 8 orang warga RT 5 RW 3," ujarnya.
Guna menanggulangi agar Covid-19 tidak semakin meluas, Pemerintahan Kelurahan Karangsari memberlakukan lockdown di satu RT. Jalan masuk desa dari semua arah ditutup portal hingga masa lockdown berakhir.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal, Mohammad Toha mengatakan, Pemkab Kendal memberlakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di RT 1 RW IV Kelurahan Karangsari terhitung sejak, Selasa (8/6/2021) hingga 14 hari kedepan.
Selama itu, kebutuhan makanan dan minuman warga akan dipenuhi dari Pemkab Kendal dengan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dengan mendirikan dapur umum.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal, Ferinando Rad Bonay menambahkan, dua orang yang dinyatakan positif Covid-19 dirawat di rumah sakit. Sedangkan sisanya menjalani isolasi mandiri.
Ferinando melanjutkan, saat ini tercatat 3 kecamatan di Kendal yang masuk zona merah Covid-19. Adalah Kecamatan Boja, Kota Kendal, dan Patebon.
Di Kecamatan Kota Kendal, lonjakan kasus disumbang pada klaster Lapas Kelas IIA Kendal dan klaster takziah di Kelurahan Karangsari. Kecamatan Patebon disumbang klaster Lapas Terbuka dan klaster keluarga, sedangkan Kecamatan Boja disumbang klaster keluarga.
Dengan lonjakan kasus yang ada, pihak Dinkes melakukan upaya pencegahan dengan menggencarkan tracing untuk memutus mata rantai penyebaran virus.
Pihak Dinkes juga meminta kepada tim satgas Covid-19 agar mengingatkan kembali kepada masyarakat untuk melakukan pembatasan kegiatan di luar rumah. Termasuk pembatasan kegiatan malam hari.
"Kami juga minta tim satgas untuk menggiatkan patroli dan menegur masyarakat yang berkumpul sampai malam," tuturnya.
Selain itu, kata Ferinando, Dinas Kesehatan tengah berupaya melakukan percepatan vaksinasi dengan target 109.000 orang hingga akhir Juni nanti.
"Untuk bisa memenuhi target ini, rata-rata tiap hari kita akan vaksin sekitar 330 orang," kata Ferinando.
70 Warga Tes Swab Susulan
Sebanyak 70 warga di Kelurahan Karangsari Kecamatan Kota Kendal menjalani tes swab susulan pada, Rabu (9/6/2021). 51 orang di antaranya warga RT 1 RW IV, dan sisanya dari RT sekitar yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19.
Selain melakukan swab, Pemerintah Kendal juga mengaktifkan dapur umum untuk Kelurahan Karangsari yang menjalani isolasi mandiri. Dapur umum ditempatkan dengan meminjam ruang kelas SD Negeri 3 Karangsari untuk memenuhi kebutuhan makan warga Karangsari selama masa karantina 14 hari.
Lurah Karangsari, Gatot Tunggul Wulung mengatakan, Logistik berupa sembako untuk dapur umum dibantu dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kendal. Selain itu dibantu dari sebagian warga Karangsari yang memberikan bantuan berupa bahan pokok.
"Untuk kebutuhan makan warga yang isolasi mandiri tidak perlu khawatir. Satgas Jogo Tonggo juga sudah diaktifkan melalui ketua RT setempat. Ada 60-an Kepala Keluarga (KK) yang di karantina, kebutuhan makanannya dipenuhi dari Dapur Umum Satgas Covid-19 Karangsari," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/lockdown-rt-kendal.jpg)