Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Polisi Israel Serang Warga Palestina yang Sedang Salat di Yerusalem Timur

Polisi Israel menyerang warga Palestina yang sedang shalat di luar Gerbang Damaskus Kota Tua di Yerusalem Timur dengan pentungan pada Kamis (10/6/2021

Tayang:
Editor: m nur huda
Kompas.com
Jalan-jalan dibakar ketika anggota pasukan keamanan Israel dikerahkan selama bentrokan dengan pengunjuk rasa di Yerusalem pada Kamis (22/4/2021) malam waktu setempat. (AFP PHOTO/AHMAD GHARABLI) 

TRIBUNJATENG.COM, YERUSALEM - Polisi Israel menyerang warga Palestina yang sedang shalat di luar Gerbang Damaskus Kota Tua di Yerusalem Timur dengan pentungan pada Kamis (10/6/2021) malam.

Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan 10 orang terluka, salah satu dari mereka dibawa ke rumah sakit dan yang lainnya dirawat oleh tim medis di tempat kejadian.

Sebelumnya pada hari yang sama, anggota parlemen sayap kanan Israel Itamar Ben-Gvir, yang dikenal sebagai sekutu dekat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, ingin membuat pernyataan publik di depan Gerbang Damaskus.

Rencana itu memperburuk ketegangan di sekitar wilayah tersebut.

Warga Palestina yang memprotes rencana Ben-Gvir diserang oleh polisi Israel dengan granat kejut.

Polisi juga menangkap sejumlah warga Palestina, termasuk anak-anak.

Penjaga Masjid Al-Aqsa Ini Teteskan Air Mata di Penjara Israel

Kekejaman Israel digambarkan wanita ini yang selama hidupnya telah puluhan kali ditahan Israel

Wanita yang secara sukarela berjaga untuk melindungi Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur dari serangan Israel mengatakan dia akan terus mempertahankan situs suci Muslim itu sampai mati.

Dia akan memperjuangkannya sampai wilayah Palestina yang diduduki Israel itu sampai dibebaskan.

Hatice Huveys, seorang guru berusia 44 tahun, menceritakan bahwa dia dan keluarganya dituntut dan dilecehkan oleh otoritas Israel saat menjaga masjid.

Dilansir dari Anadolu Agency, Sabtu (22/5/2021), Huveys mengatakan bahwa dia telah ditahan oleh pasukan Israel 28 kali sejak 2014.

Dia tak pernah menangis, tetapi baru meneteskan air mata untuk pertama kalinya ketika mereka melepas jilbab dan mantelnya saat ditahan di penjara Israel sekitar empat tahun lalu.

Dia dijatuhi hukuman 23 hari penjara pada tahun 2017 atas tuduhan terkait dengan Masjid Al-Aqsa dan memprotes masuknya pemukim Yahudi ke situs tersebut.

Ketegangan terbaru dimulai di Yerusalem Timur yang diduduki selama bulan suci Ramadhan dan menyebar ke Gaza sebagai akibat dari serangan Israel terhadap jamaah di kompleks masjid titik nyala dan lingkungan Sheikh Jarrah.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved