Polemik PPN Sembako

Soal PPN Sembako, Ganjar Pranowo: Kebangetan Jika Kebijakan Tersebut Diterapkan

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta Kemenkeu dan lembaga terkait untuk mengklarifikasi kegaduhan terkait isu PPN sembako

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: moh anhar
tribunnews batam/dewi haryati
Ilustrasi sembako yang dijual di warung. 

Penulis: Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan lembaga terkait untuk mengklarifikasi kegaduhan terkait draf RUU yang mengatur penerapan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) untuk kebutuhan pokok atau sembako.

"Saya kira baik juga kalau dari kementerian sampaikan klarifikasi yang betul. Karena nanti jangan sampai ada image (kesan) seolah-olah semua ini mau dipajaki semuanya, tentu tidak mungkin soal itu. Tidak mungkin," kata Ganjar, dalam keterangan tertulis, Minggu (13/6/2021).

Menurutnya, jangan sampai muncul gambaran di masyarakat jika semuanya akan dipajaki.

Apalagi isu yang muncul di masyarakat saat ini seolah-olah RUU ini sudah dibahas dan sudah akan selesai.

Baca juga: Kamar Isolasi Covid-19 di RSUD Kendal Penuh, Petugas Tambah 37 Tempat Tidur di 2 Rumah Sakit

Baca juga: Varian Baru di Kudus, HM Hartopo: Usia Muda dan Tanpa Komorbid Tetap Harus Waspada

Baca juga: Menko Airlangga: Dukungan Pemerintah dalam Pengembangan Ekonomi Syariah dengan  Halal Value Chain

"Saya kira pemegang otoritas harus menjelaskan, boleh dari eksekutif boleh dari legislatif apa isinya (Draf RUU) buka saja," tegasnya.

Ia juga sempat menerima penjelasan terkait isu dan draf RUU tersebut.

Karenanya, ia berharap Kemenkeu maupun DPR bisa mengklarifikasinya.

"Diklarifikasi saja dulu, draf-nya apa, isinya apa, benar nggak apa yang diceritakan. Saya kira kementerian ataupun dewan bisa mengklarifikasi soal itu," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, muncul wacana terkait penerapan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) untuk kebutuhan pokok atau sembako.

Wacana tersebut tertuang dalam Draf Revisi Kelima Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP).

Baca juga: Kekayaan Nikita Mirzani Sudah Capai Rp 1,3 Triliun, Raffi Ahmad Masih di Bawahnya

Baca juga: Video Puluhan Pedagang PAI Tegal Jalani Test Swab

Baca juga: Reforma Agraria, Peluang Petani Gurem Tambah Lahan Garapan.

Di dalam draf revisi tersebut, sembako tak lagi termasuk dalam objek yang PPN-nya dikecualikan.

Menurut Ganjar, rencana pemerintah soal penerapan PPN untuk sembako belum akan direalisasikan dalam waktu dekat.

Namun, Ganjar menilai kebangetan jika kebijakan tersebut diterapkan di saat kondisi ekonomi masyarakat sedang terpuruk. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved