Berita Internasional
AS Dihujani Kritik di Medsos gara-gara Hanya Sumbang 80 Botol Vaksin Pfizer ke Trinidad dan Tobago
Amerika Serikat (AS) kebanjiran kritik setelah menyumbangkan 80 botol vaksin Pfizer ke Trinidad dan Tobago.
TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) kebanjiran kritik setelah menyumbangkan 80 botol vaksin Pfizer ke Trinidad dan Tobago.
Trinidad dan Tobago merupakan negara berpenduduk lebih dari 1,3 juta orang yang mencatat kasus infeksi virus corona (Covid-19) pertama pada Maret 2020.
Negara itu sejauh ini telah mencatat kasus Covid-19 yang mengakibatkan 670 kematian.
Baca juga: Ronaldo Singkirkan Botol Cola Sponsor Euro 2020 Dalam Konferensi Pers, Akankah Dapat Hukuman UEFA?
Baca juga: Siapa Pembawa Virus Covid-19 Varian India ke Kudus Pertama Kali? Ini Penjelasan Yulianto Prabowo
Baca juga: Inilah Sosok Asrizal H Asnawi Anggota DPRD Gugat Presiden Jokowi
Baca juga: Baru Sebulan Ditinggal Suami Merantau ke Papua, Mbak Ning Tertangkap Basah Berzina Saat Digerebek
China hingga saat ini telah muncul sebagai negara penyumbang terbesar vaksin Covid-19 ke negara itu.
Lalu bagaimana dengan Amerika Serikat (AS)?
AS diejek habis-habisan karena hanya memberikan sumbangan dalam jumlah kecil, yakni berupa 80 botol vaksin Pfizer ke Trinidad dan Tobago.
Ini diklaim sebagai bagian dari upaya berkelanjutan AS untuk memasok vaksin ke negara-negara berkembang.
Donasi yang dipublikasikan melalui akun media sosial Kedutaan Besar AS setempat ini telah 'banjir kritik' dari para pengguna internet dari seluruh dunia.
Perlu diketahui, satu botol vaksin Pfizer hanya memuat lima hingga enam dosis.
Dikutip dari laman Sputnik News, Selasa (15/6/2021), banyak netizen yang bertanya-tanya apakah vaksin yang diekspor AS ini hanya ditujukan untuk perdana menteri dan pejabat pemerintah Trinidad dan Tobago saja.
Beberapa orang lainnya kemudian berpendapat bahwa Kedubes AS bisa saja melakukan kesalahan dan lupa menambahkan angka nol.
Sementara itu, banyak pengamat membandingkan sumbangan vaksin AS dengan China.
Karena menurut utusan China, Fang Qiu, negaranya terakhir mengirimkan 200.000 dosis vaksin Sinopharm ke negara yang terletak di Kepulauan Karibia itu.
Batch pertama dari 100.000 vaksin Sinopharm China ini diserahkan kepada pemerintah Trinidad dan Tobago pada 19 Mei lalu.
Selain sumbangan dari AS dan China, negara tersebut sebelumnya telah menerima 33.600 dosis vaksin AstraZeneca, yang merupakan pengiriman kedua, melalui fasilitas COVAX pada 12 Mei.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-vaksin_20160801_235002.jpg)