Berita Karanganyar
Seusai Keroki Bos, Seorang Pembantu di Karanganyar Terpapar Covid-19
Diketahui yang membantu kerokan tersebut adalah pembantu dari juragan berinisial T, saat ini T sudah meninggal dunia lantaran positif corona.
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Kasus covid-19 di Karanganyar Jawa Tengah terus meluas. Dari klaster keluarga di Ngringo, terbaru pada Minggu (13/6/2021) pukul 12.00 WIB kasus bertambah menjadi 18 warga yang positif corona.
"Dari 18 warga itu, 16 di antaranya menjalani isolasi mandiri (isoman) dan sisanya menjalani perawatan di Rumah Sakit," kata Ketua Satgas Covid-19 Karanganyar sekaligus Kepala Satpol PP Karanganyar Yopi Ekojati Wibowo, Senin (14/6/2021).
Warga yang menjalani isoman mayoritas berasal dari warga perumahan.
Baca juga: Bunga Citra Lestari Positif Covid-19, Kini Sedang Jalani Isolasi Mandiri
Baca juga: Di Hadapan Habib Rizieq, Jaksa: Ternyata Imam Besar hanya Isapan Jempol Belaka
Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto mengatakan, setelah mengetahui keadaan adanya lonjakan itu langsung terjun ke lapangan.
Dia meninjau langsung kondisi warga di lokasi tersebut.
"Sudah dilalukan tracing dan ada penemuan warga yang terpapar karena membantu pijat (kerokan) ke warga yang positif corona," jelasnya kepada Trihunsolo.com, Senin (14/6/2021).
Diketahui yang membantu kerokan tersebut adalah pembantu dari juragan berinisial T, saat ini T sudah meninggal dunia lantaran positif corona.
Sementara pembantu tersebut kini melakukan isolasi mandiri.
Dia menghimbau untuk Satgas Covid tingkat Desa mulai dari Kepala Dusun, RT, RW juga diminta lebih perhatian dan melakukan pengawasan yang ketat pada pasien yang melalukan isolasi mandiri.
“Memberikan dorongan semangat dan semua kebutuhan bisa terpenuhi,” jelas dia.
Rober Christanto berpesan, jangan sampai kasus corona di Ngringo meluas.
“Salah satu upaya pencegahannya adalah tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.
Kasus Corona Colomadu
Warga Desa Paulan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar yang terpapar Corona sudah tembus 94 orang.
Kepala Desa Paulan, Joko Margono, menjelaskan setelah penemuan itu melalukan tracking sampai Jumat (11/6/2021).