Berita Karanganyar
Seusai Keroki Bos, Seorang Pembantu di Karanganyar Terpapar Covid-19
Diketahui yang membantu kerokan tersebut adalah pembantu dari juragan berinisial T, saat ini T sudah meninggal dunia lantaran positif corona.
Didapatinya, 60 orang yang di-tacking itu hasilnya 54 orang positif pada Senin (14/6/2021).
"Hari ini total keseluruhan di Desa Paulan ada 94 orang terinfeksi Covid-19, 54 orang diantara dari calster masjid," jelasnya kepada TribunSolo.com.
Dugaan sementara Joko menyebutkan klaster masjid karena pengurus masjid terpampar Covid-19 dari jamaahnya.
"Karena lokasi masjid strategis di pinggir jalan raya, banyak pendatang yang singgah jadi tidak menutup kemungkinan terpapar dari jamaah itu," jelasnya.
Selain itu Joko menegaskan untuk penerapan dan penegasan protokol kesehatan sudah diberlakukan.
"Sebenarnya sudah, setiap masuk masjid harus pakai masker setiap hari 2 kali lantai di pel, tapi karena pengurus masjid sudah lansia rentan juga," jelasnya.
Aktivitas masjid sampai sekarang masih di hentikan sampai waktu yang belum ditentukan dan masih dilakukan penyemprotan disinfektan di area masjid.
"Otomatis kita hentikan dulu aktivitasnya," jelasnya.
Menurutnya setelah dilakukannya penutupan masjid yang pertama, banyak dari jamaah berpindah serta beralih di masjid lain.
"Karena banyak yang pindah ke masjid kedua, jadi masjid itu juga di hentikan aktivitas sementara, untuk menekan penyebarannya," jelasnya.
Terus Berjatuhan
Warga yang sudah terkonfirmasi Corona di Desa Paulan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar terus berjatuhan.
Klaster positif Covid-19 di Paulan ternyata menjadi klaster terbesar kedua di Colomadu, setelah sebelumnya di Kelurahan Malangjiwan mencapai 120 orang.
Sejak muncul 3 Juni lalu, kini sudah menembus angka mendekati 100 orang.
Tepatnya kini ada 87 orang yang positif Covid-19 yang masuk klaster Masjid Al Huda.