Breaking News:

Fokus

Fokus : Jangan Sampai Kolaps!

Dari hari ke hari angka kasus terus melambung. Bukan hanya itu, angka kematian juga tercatat masih sangat tinggi.

Penulis: achiar m permana | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/bram
Achiar Permana wartawan tribun jateng 

Oleh Achiar M Permana

Wartawan Tribun Jateng

KASUS Covid-19 di Indonesia makin mengerikan. Dari hari ke hari angka kasus terus melambung. Bukan hanya itu, angka kematian juga tercatat masih sangat tinggi.

Data per 17 Juni 2021 menunjukkan, total kasus Covid-19 di Indonesia nyaris menyentuh angka dua juta. Persisnya pada 1,94 juta kasus. Dengan pertambahan per hari, pada 17 Juni, sebanyak 9.944 kasus. Angka meninggal dunia dalam kasus Covid-19 juga makin meninggi, yakni menyentuh 53.476 dengan penambahan dalam sehari 196 kematian.

Yang jauh lebih menghadirkan nyeri, kasus Covid-19 kini terasa semakin dekat. Dan nyata. Sejumlah kawan tumbang, baik menjalani isolasi mandiri, dikirim ke tempat isolasi terpusat, atau terbaring di ranjang rumah sakit lantaran terpapar Covid-19. Bahkan, beberapa orang yang saya kenal dekat lebih dulu mendapatkan panggilan Tuhan, melalui virus tak kasat mata itu.

“Eits, ya jangan hanya hal-hal ngerinya yang Sampean kabarkan, Kang. Angka kesembuhan juga sangat tinggi, nyaris sama dengan jumlah kasus, yakni mencapai 1,76 juta orang, dengan penambahan pasien sembuh dalam sehari mencapai 6.229 orang. Itu juga perlu disampaikan,” tiba-tiba Dawir, sedulur batin saya, nyeletuk dari balik tengkuk.

Di tengah pandemi Covid-19, yang seperti tanpa ujung, muncul kabar yang jauh lebih menggiriskan. Jika tidak ada pengendalian yang ketat terhadap virus corona, fasilitas kesehatan di Indonesia akan kolaps dalam dua minggu hingga sebulan ke depan. Bayangkan, paling lama sebulan lagi, fasilitas kesehatan kita akan kolaps.

Kabid Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Dr Masdalina Pane menyebut, jika pengendalian virus Corona di Indonesia tak diperketat, fasilitas kesehatan Indonesia diprediksi kolaps, selang dua minggu hingga satu bulan ke depan. Terlebih saat ini kasus Covid-19 di Indonesia tengah melonjak.

"Jika tak ada containment, tidak ada pengendalian yang tepat dan cepat saya bisa katakan dua minggu sampai satu bulan lagi kita sudah akan kolaps," kata Masdalina dalam siaran live BNPB, Kamis (17/6/2021).

Masdalina menegaskan, penambahan kapasitas tempat tidur bukan solusi atau jalan keluar mengatasi membeludaknya keterisian bed pasien Covid-19. Pemerintah perlu menjalankan komunikasi risiko efektif dan dengan tegas mengawal penerapan protokol kesehatan. "Pengawasan di lapangan itu dibutuhkan untuk memantau apakah regulasi kita itu memang dilaksanakan dengan baik itulah tugas teman-teman di Satgas dan TNI Polri agar bisa mengawal penerapan regulasi," kata Masdalina.

Persoalannya, justru titik—yang acapkali terlihat sangat sederhana—itulah masalah terletak. Saya kok yakin, dengan pelajaran panjang pandemi Covid-19, sebagian besar kita sudah memahami, setidaknya mulai mengerti, mengenai protokol kesehatan. Tidak sedikit dari kita yang nglambe, hapal di luar kepala atas prokes 5M: memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

Akan tetapi, kenyataan menunjukkan, pengetahuan itu tidak berbanding lurus dengan tindakan. Masih banyak di antara kita yang enteng menabrak protokol kesehatan tersebut. Ke mana-mana tanpa masker, tetap asyik berkerumun, juga santai wara-wiri seolah sakti tak mempan Covid-19.

“Halah, Sampean kuwi sing jarkoni. Ya, dhapuran Sampean sing isa ndadekke Indonesia kolaps!” tiba-tiba Dawir menyambar. (*)

Baca juga: Hotline Semarang : Apakah Masyarakat Boleh Menggelar Prosesi Akad Nikah dan Resepsi

Baca juga: Kunci Jawaban Kelas 6 SD  Tema 7 Subtema 2 Soal Halaman 100 101 102

Baca juga: Polisi Siap Berantas Pinjol Ilegal: Seperti Preman, Meresahkan Masyarakat

Baca juga: Jadwal TV Televisi Hari Ini Jumat 18 Juni 2021 di Trans TV RCTI Trans7 GTV SCTV dan Lainnya

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved