Breaking News:

Berita Kabupaten Semarang

Tingkat Partisipasi Rendah, Pemkab Semarang Kejar Target Vaksinasi Lansia dan Tenaga Pendidik

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Semarang terus berupaya mempercepat vaksinasi virus Corona (Covid-19) di Bumi Serasi. 

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Petugas medis saat menyuntikkan vaksin Covid-19 dalam vaksinasi massal di GOR Pandaran Wujil, Kabupaten Semarang, Minggu (20/6/2021) 

Percepat Vaksinasi Covid-19, DKK Semarang Utamakan Lansia dan Tenaga Pendidik

Penulis: M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Semarang terus berupaya mempercepat vaksinasi virus Corona (Covid-19) di Bumi Serasi. 

Kepala DKK Semarang Ani Rahardjo, mengatakan, dalam percepatan vaksinasi tersebut, saat ini jajarannya selain membuka pelayanan vaksinasi massal sasaran prioritas yang dikejar warga lanjut usia (lansia) dan tenaga pendidik. 

"Itu karena dari capaian kami, vaksinasi  lansia dan tenaga pendidik masih rendah. Kemudian ini juga persiapan jika nanti ada pembelajaran tatap muka (PTM)," terangnya kepada Tribunjateng.com, di GOR Pandaran Wujil, Kabupaten Semarang, Minggu (20/6/2021) 

Menurut Ani, capaian vaksinasi sampai sejauh ini mencapai 89.973 sasaran meliputi lansia, tenaga kesehatan, dan pelayanan publik. 

Baca juga: Gubernur Ganjar Minta Pasien Isolasi di Salatiga Nge-vlog Edukatif Berbagi Cerita Bahaya Covid-19

Baca juga: Dana dari KONI Jateng Belum Cair, Tim Sepakbola PON Jateng Tetap Konsisten Lakukan Persiapan

Baca juga: Cekcok Rumahtangga Berujung Tragis, Suami Bunuh Istri dengan Keris

Baca juga: Tekan Penyebaran Virus Corona, Pemkab Semarang Gelar Vaksinasi Massal

Ia menambahkan, sebagai langkah percepatan setiap alokasi vaksin yang diterima langsung disalurkan melalui Puskesmas masing-masing agar sasaran penerima dapat divaksinasi. 

"Pola kita selalu yang sudah jatah divaksin dosis kedua kita utamakan. Kemudian, kita juga akan dapat lagi pasokan vaksin sekira 19 ribu dosis lebih," katanya

Ani menyatakan, meskipun demikian lansia menjadi prioritas karena dari total sasaran sekira 90 ribu orang lebih baru tercapai sekira 60 persen.

Lalu, sisanya pelayanan publik guru atau tenaga pendidik diutamakan. 

Terkait kondisi sejumlah tempat isolasi diakui telah terisi penuh.

Sementara pasien Covid-19 dilakukan pergeseran isolasi ke Gedung BPSDMD di Srondol. 

"Kemarin ada sekira 48 orang kita kirim, sampai pagi tadi masuk kesana ada 130 orang. Tempat isolasi yang disini penuh, hanya satu dua keluar masuk sehingga tidak cukup," ujarnya. (*) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved