Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Kepala Dinas Kesehatan Kudus Ingatkan Manfaat Vaksinasi: Mencegah Efek Terburuk dari Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Badai Ismoyo, menyebutkan, bahwa vaksin memiliki dampak besar terhadap kemungkinan terburuk.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: moh anhar
Tribun Jateng/Rifqi Gozali
Seorang petugas sedang merapid antigen seorang pengunjung pusat perbelanjaan di Kecamatan Jati, Kudus, Selasa (15/6/2021). 

Penulis: Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Badai Ismoyo, menyebutkan, bahwa vaksin memiliki dampak besar terhadap kemungkinan terburuk yang bisa ditimbulkan oleh Covid-19.

Hal itu terbukti dari sekitar 700-an tenaga kesehatan di Kudus yang terpapar Covid-19, kini tersisa 10 persen yang masih isolasi.

“Sehingga sudah 90 persen (nakes isolasi) selesai. 10 persen masih menunggu masa berakhirnya isolasi dengan posisi OTG (Orang Tanpa Gejala). Jadi boleh dikatakan hampir 99 persen itu seperti itu, maksudnya yang sudah divaksin nakes terhindar dari kejadian yang buruk,” ujar Badai, Senin (21/6/2021).

Badai memastikan para nakes telah divaksin. Dia tidak menampik jika terdapat nakes yang sempat bergejala. Tercatat ada 19 nakes yang bergejala ringan sampai sedang.

Baca juga: Dorong Warga Vaksinasi Covid-19, Kepala Dinkes Kudus: Masih Ada yang Bilang, Itu Wong Mari Dewe Kok!

Baca juga: Antusiasme Warga Tinggi, Tak Semua Warga Banyumas Bisa Terlayani Vaksinasi Keliling di Pasar Wage

Baca juga: Turut Bawa Kesuksesan AC Milan, Fikayo Tomori Dikontrak Permanen, Masuk Jajaran Bek Termahal

“Terbanyak hanya 19 orang saja yang sempat mengalami gejala ringan sedang. Itu dirawat selesai sudah sembuh,” ujar dia.

Memang satu di antara upaya menekan tingginya angka penularan Covid-19 di Kudus selain menerapkan protokol kesehatan, vaksinasi harus dipercepat.

“Karena setidaknya vaksin itu kan setidaknya bisa mengurangi kejadian terburuk. Artinya manfaatnya luar biasa,” kata dia.

Sampai saat ini, katanya, vaksinasi masih terus berlangsung. Vaksin yang digunakan yakni Sinovac.

“Sinovac jelas disampaikan oleh para peneliti sendiri mempunyai efektivitas sampai 65 persen. Jadi kalau seandainya orang divaksin 100 orang itu yang 65 itu pasti efektif yang 35 bisa saja kurang efektif karena persoalannya orang yang divaksin mempunyai daya imun sendiri-sendiri,” kata dia.

Sebelumnya, Badai Ismoyo, menyebutkan, angka kematian terkonfirmasi positif Covid-19 di Kudus selama 19 Mei sampai 15 Juni 2021 sebanyak 440 orang. Angka sebanyak itu hampir sama dengan angka kematian terkonfirmasi positif selama setahun.

"Betapa menunjukkan sangar luar biasanya. Itu sama dengan kematian setahun, April 2020 sampai dengan Mei 2021 itu angka kematian sekitar 500-an. Hampir 80 persen kan," ujar Badai, Senin (21/6/2021).

Badai menjelaskan, dari angka 440 kematian tersebut sebagian besar memang belum divaksin. Ada memang yang sudah divaksin. Yakni sebanyak 20 orang. Itupun baru disuntik vaksin sekali.

Baca juga: Jadwal Lengkap Copa America 2021 Selasa Pagi, Ada Uruguay vs Chile dan Argentina vs Paraguay

Baca juga: Mobil Taruna Kecelakaan Nyemplung ke Selokan di Tawangmangu Karanganyar Gara-gara Susu

Baca juga: AMK Cs Pemuda Solo Mendadak Serang dan Keroyok 5 Warga di Warung Makan, Berakhir di Kantor Polisi

"Hanya 20 orang saja yang sudah terjangkau vaksin. Tidak lengkap. Baru satu (dosis) dan komorbid," kata dia.

Sejauh ini pihaknya belum menerima laporan perihal meninggalnya warga yang sudah dua kali vaksin dan meninggal terkonfirmasi positif Covid-19. Dia menegaskan, ketika melihat angka tersebut artinya vaksin memang sangat bermanfaat.

Selebihnya, dia mengatakan, setelah divaksin memang tidak lantas terhindar dari terpapar Covid-19. Tetapi hal itu bagian dari upaya di tengah pandemi.

"Ada pertanyaan, 'itu wong mari dewe kok' ya sembuh sendiri bisa memang begitu. Dan tanpa divaksin pun juga sembuh. Tetapi kami harus menunjukkan sebuah data tentang orang yang terpapar karena sudah divaksin itu keadaannya berbeda. Vaksin memang bukan tuhan yang tidak bisa ditentukan orang yang sudah divaksin itu selamet. Tetapi merupakan upaya manusia," tutur dia.

Pihaknya belum bisa mengatakan perihal tingginya angka kematian terkonfirmasi Covid-19 sebulan terakhir karena varian delta. Hanya saja, pihaknya menekankan bahwa varian baru ini memiliki daya penularan yang lebih masif dan gejala yang sedikit berbeda.

"Muncul tingkat kematian yang demikian tinggi. Secara persis kami belum bisa mengatakan itu (karena varian baru). Tetapi kalau menghubungkan secara logika, korelasinya bisa-bisa seperti itu," kata dia.

Sementara, dari data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kudus sepanjang 2020 angka kematian warga Kudus yakni sebanyak 5.911 orang. Sedangkan sejak Januari sampai 21 Juni 2021 terdapat 4.318 orang yang meninggal.

Baca juga: Apa Itu Cucus? Viral Istilah Gaul yang Jadi Challenge TikTok

Baca juga: Salman Khan Berprinsip Tak Mau Ciuman, Ini yang Dilakukan Saat Ada Adegan Cium Lawan Main

Baca juga: Mahasiswa KKN USM Semarang Dorong Ide Kreatif Pemanfaatan Potensi Desa

Dari data itu bisa dilihat bahwa angka kematian selama kurang dari enam bulan di tahun 2021 lebih dari 70 persen jika dibanding angka kematian pada 2020.

Sekretaris Disdukcapil Kudus, Putut Winarno, mengatakan, pihaknya tidak bisa serta merta memilah mana warga yang meninggal terkonfirmasi positif Covid-19 atau mana yang tidak terpapar corona. Data itu masuk berdasarkan laporan dari warga.

"Ada yang meninggal biasa, karena kecelakaan, karena sakit. Itu bisa juga meninggal tahun kemarin dilaporkan tahun ini," kata Putut.

Kata Putut, terkait kematian warga kian sadar untuk melaporkan demi memperoleh akta kematian. Sebab dokumen tersebut bisa digunakan untuk menghapus data kependudukan di dalam kartu keluarga, pembagian warisan, urusan perbankan, dan sebagainya.

"Jadi angka kematian di kami itu karena laporan dari warga. Bukan tolok ukur angka pandemi," kata dia

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved