Penanganan Corona

Kasus Covid-19 Naik, Objek Wisata di Kota Semarang Tutup

Seluruh objek wisata pun mengikuti kebijakan tersebut. Satu diantaranya Semarang Zoo atau yang dikenal Kebun Binatang Mangkang

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Destinasi Wisata Goa Kreo 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengambil kebijakan penutupan objek wisata di Ibu Kota Jawa Tengah ini. Penutupan mulai diberlakukan Selasa (22/6/2021).

Seluruh objek wisata pun mengikuti kebijakan tersebut. Satu diantaranya Semarang Zoo atau yang dikenal Kebun Binatang Mangkang.

Direktur Semarang Zoo, Khoirul Awaludin mengatakan, Semarang Zoo tutup hingga hingga batas waktu yang belum ditentukan menunggu keputusan dari Pemerintah Kota Semarang.

Beberapa upaya langsung dilakukan pihak manajemen agar wisatawan tidak kecele pergi ke Semarang Zoo.

Dia telah menginformasikan penutupan ini melalui media sosial.

Di samping itu, pihaknya juga sudah memberi tahu para biro perjalanan bahwa Semarang Zoo ditutup.

"Kemarin beberapa biro ada yang sudah booking lokasi, sudah melakukan reservasi. Kami sudah sampaikan ke mereka bahwa kami tutup," papar Awaludin, saat dihubungi Tribun Jateng, Selasa (22/6/2021).

Kebun Binatang Semarang Zoo
Kebun Binatang Semarang Zoo (Istimewa)

Lebih lanjut, dia memaparkan, manajemen akan memasang MMT di beberapa titik, termasuk di Kendal karena wisatawan Semarang Zoo juga berasal dari kabupaten sekitar.

Selama penutupan, manajemen akan membuat program tiket presale dengan harga terjangkau. Tiket presale tersebut bisa digunakan untuk berwisata ke Semarang Zoo jika sudah kembali dibuka.

"Jadi, bisa beli tiket dulu, nanti ketika buka bisa masuk dengan harga yang murah. Itu untuk  membantu operasional kami," terangnya.

Lebih lanjut, Awaludin menambahkan, Semarang Zoo berencana mencoba ternak hewan yang tidak dilindungi. Hasil ternak bisa dijual untuk operasional Semarang Zoo mengingat tidak ada pemasukan dan pendapatan selama objek wisata ditutup.

Selama pentutupan, karyawan juga akan tetap berangkat. Namun demikian, pihaknya akan melakukan evaluasi per 1 Juli nanti. Jika kebijakan penutupan objek wisata masih diberlakukan, tentu akan ada regulasi berbeda bagi karyawan.

"Kalau penutupan berkelamaan, kami akan ambil kebijakan. Mungkin karyawan bisa masuk setengah bulan. Jadi, gajinya tidak full mengingat pemasukan kami juga tidak ada," paparnya.

Pentutupan objek wisata juga diberlakukan di Goa Kreo. Per Selasa ini, UPTD Goa Kreo menutup destinasi milik Pemerintah Kota Semarang tersebut.

Kepala UPTD Goa Kreo, Mamit Sumitra mengatakan, penutupan dilakukan hingga instruksi lebih lanjut dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang.

Mengantisipasi wisatawan datang, pihaknya sudah mengupdate pemberitahuan di Google Map bahwa Goa Kreo ditutup.

Pemberitahuan penutupan juga telah disampaikan melalui media sosial Goa Kreo. Petugas pun akan tetap berjaga di objek wisata.

"Selama penutupan, kami tetap masuk. Kami akan bersih-bersih, penanaman pohon untuk penghijauan, dan memberi makan monyet karena kalau tidak dikasih makan pasti lari ke pemukiman," terang Mamit. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved