Lipsus Tribun Jateng
Ini Upaya Lurah Kuningan dan Bandarharjo Semarang Kurangi Tawuran Remaja
Pemangku wilayah di Kelurahan Kuningan dan Kelurahan Bandarharjo telah melakukan upaya untuk mencegah tawuran.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemangku wilayah di Kelurahan Kuningan dan Kelurahan Bandarharjo telah melakukan upaya untuk mencegah tawuran.
Lurah Bandaharjo, Sayoko mengatakan aksi tawuran yang dilakukan warga semakin berkurang. Pelaku tawuran saat ini berasal dari wilayah. Malah tawuran itu menjadi tontonan warganya.
"Padahal kayak gitu tidak usah ditonton kalau ditonton malah buat jadwal," ujarnya.
Menurut Sayoko, tawuran berada di jembatan jalan Boom Lama. Jembatan itu penghubung kelurahan Bandarharjo dan Kuningan.
"Perkembangan teknologi tawuran sudah tidak bisa diprediksi. Mereka janjian lewat media sosial," tuturnya.
Sayoko menyebut antisipasi juga telah dilakukan. Bahkan antisipasi telah dilakukan di tingkat kecamatan. Pihaknya telah membentuk tim Mandali yang terdiri dari Pokdarkamtibmas Bandarharjo.
"Kami juga telah menyampaikan ke masyarakat bahwa ketertiban tugas bersama tidak hanya kelurahan maupun polisi," tuturnya.
Menurutnya pelaku tawuran berasal dari wilayah Kali Asin. Rata-rata pelaku masih di bawah umur dan putus sekolah.
"Penyebabnya orang tua kualahan menghadapi anaknya. Padahal sudah diberitahu," ujarnya.
Pihaknya telah melakukan pendataan terhadap siswa yang putus sekolah. Hasil pendataan ada enam yang mau mendaftar di sekolah rakyat.
"Yang jelas setingkat SD maupun SMK mengikuti sekolah rakyat," imbuhnya.
Ia berharap Semarang Utara aman dan tidak ada tawuran. Dirinya terus melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat.
Lurah Kuningan Andi Widjanarko mengklaim warganya tidak memiliki musuh siapapun meskipun tawuran sering terjadi di jembatan Boom Lama atau dikenal jalur Gaza.
"Yang bawa bom molotov itu saat ditanya bukan warga Kuningan tetapi warga Bandarharjo," tuturnya.
Andi mengatakan Kelurahannya telah membentuk Pokdarkamtibmas. Patroli dilakukan setiap hari bersama warga.
| Status Bajaj Online di Semarang Masih Abu-Abu: Belum Ada Pengajuan Izin Resmi |
|
|---|
| Organda Segera Kirim Surat ke Pemkot Semarang, Desak Penertiban Bajaj Online |
|
|---|
| Sosiolog Unnes Semarang: Penyematan Gangster Bagi Kelompok Remaja Picu Tindakan Makin Menyimpang |
|
|---|
| Jalan Panjang Tawuran Bandarharjo vs Kuningan Semarang Utara : Eksistensi, Stigma dan Korban Jiwa |
|
|---|
| Total Ada 12 Ribu Pekerja Migran Indonesia di Korea Selatan Berstatus Ilegal Alias Bulbob |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/3-Admin-Media-Sosial-Gangster-Semarang-Ditangkap-Gara-gara-Judi-Online.jpg)