Berita Solo
Kemenag Solo: Kuttab Tempat Belajar Ngaji Anak, yang Diduga Rusak Makam di Mojo, akan Kami Evaluasi
Kemenag Solo akan mengevaluasi dan asesmen terhadap kuttab, tempat belajar mengaji anak-anak yang beberapa hari lalu diduga merusak makam.
Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: moh anhar
Menurutnya, dari pihak sekolah menyanggupi untuk melaksanakan perbaikan.
Selain itu, pihaknya tidak akan melanjutkan kasus itu ke yang lebih atas karena masih anak-anak.
"Karena ini perusakan yang mengakibatkan ada 12 makam,

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyerahkan semua proses hukum terkait adanya perusakan makam yang diduga dilakukan anak-anak di kompleks pemakaman Cemoro Kembar, Mojo, Pasar Kliwon.
Putra sulung Presiden Joko Widodo itu menyampaikan, pihak keluarga atau ahli waris sudah ketemu dengan pihak tempat belajar anak-anak itu.
"Pihak sekolah (tempat anak belajar ngaji-Red) juga sudah bersedia mengganti dengan yang baru," ucapnya, Selasa (22/6/2021).
Namun, lanjut Gibran, prosesnya tidak sampai di situ. Anak-anaknya ke depannya juga harus dibina.
"Guru-gurunya gimana? Itu kan harus diproses juga. Sekolahnya apakah sudah berizin? Kok selama penutupan seperti dia bisa pembelajaran tatap muka (PTM, red)," ungkapnya.
Gibran bahkan mempertanyakan izin pembelajaran tatap mukanya seperti apa.
Baca juga: Pelatih Nazal Mustofa Maksimalkan Talenta Lokal untuk Bentuk Skuad Persipa Pati 2021
Baca juga: Ade Armando Debat dengan M Qodari soal Jokowi 3 Periode Ada Sosok dari Anies hingga Ganjar Pranowo
"Yang lain tutup, kok dia sudah PTM. Yang jelas itu anak-anaknya akan kami bina. Harus diluruskan mindsetnya," tuturnya.
Sementara, Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menyampaikan, pihaknya akan tetap melaksanakan penegakkan hukum.
"Satreksrim terus bekerja dalam kapasitas melakukan proses penyelidikan dan Penyidikan. Supaya jelas fakta hukum dan peristiwa hukumnya," ungkapnya.
Menurutnya, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan beberapa saksi, termasuk dari pengasuh dari sekolah itu.
"Kita juga sudah bertemu dengan tokoh agama, masyarakat, lurah, mauapun RT. Kita sepakat untuk sama-sama untuk tenang dan menyerahkan proses hukum yang sudah berjalan ke kepolisian," jelasnya.
Mantan Kapolres Karanganyar itu menjelaskan, besok pukul 08.00 WIB pihaknya akan bersama masyarakat untuk melakukan perbaikan makam yang sudah dirusak.
"Mari kita bergandengan tangan, agar toleransi harus hidup. Tidak ada tindakan intoleransi yang ada di Kota Solo," tandasnya. (*)