Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PON Papua 2021

Atlet Wushu dari Sumatera Utara Ini Ternyata Seorang Dokter, Siap Tampil di PON Papua 2021

Di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai dokter, Dessy panggilan akrab Dessy Indri Astuti mengaku tidak terganggu dengan statusnya sebagai atl

Editor: m nur huda
dok. Pribadi
dr Dessy Indri Astuti, alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara ini akan tampil di PON Papua 2021 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Atlet Wushu dari Sumatera Utara yang akan tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua, 2-15 Oktober mendatang ternyata seorang dokter.

Atlet tersebut adalah dr Dessy Indri Astuti. Ia jebolan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara ini berdinas di salah satu rumah sakit di Medan.

Di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai dokter, Dessy panggilan akrab Dessy Indri Astuti mengaku tidak terganggu dengan statusnya sebagai atlet.

Dia tetap menjalankan program latihan persiapan menuju PON Papua 2021 secara rutin.

"Tidak ada masalah menjalankan profesi sebagai dokter dan juga atlet. Biasanya, saya menjalankan program latihan itu sore hari setelah habis dinas di rumah sakit," kata Dessy yang dihubungi, Kamis (24/6/2021).

Ternyata keuletannya dalam menjalankan program latihan berbuah hasil. Pada Sirkuit Nasional Wushu Taolu Seri II/2021 yang digelar secara virtual, Dessy yang memperkuat Tim Wushu Sumatera Utara terlihat begitu sempurna memperagakan jurus tangan kosong selatan (Nan Quan) secara sempurna.

Dengan mengantongi 9,50 poin, Dessy meraih emas mengalahkan Joceline Candra Kanti Tara dari Yogyakarta yang harus puas dengan medali perak dengan 9,47 poin dan Fayla Maharani Ningtyas dari Jawa Tengah dengan 9,46 poin mendapat perunggu.

"Alhamdulillah, dengan persiapan seadanya saya mampu meraih medali emas Nan Quan. Kunci keberhasilan itu dimulai dari niat, kerja keras dan doa," ungkap pengidola bintang wushu, Huang Jian Gang.

Ketika ditanyakan soal target di PON Papua 2021? Dessy tidak mau menjanjikan muluk-muluk.

Padahal, karirnya di wushu cukup bagus.

Dia pernah tercatat sebagai peraih medali emas di Kejuaraan Dunia Wushu 2011 dan telah empat kali tampil pada pesta akbar olahraga empat tahunan nasional tersebut.

Di PON Kalimantan 2008, Dessy meraih medali emas. Kemudian, medali perunggu PON Riau 2012 dan perak pada PON Jawa Barat 2016.

Dia hanya menjawab, "Perform terbaik dan masuk dalam 3 besar."

Di tengah pandemi Covid-19 hampir semua kegiatan olahraga terganggu. Begitu juga program persiapan atlet menuju PON Papua 2021.

Lantas apa yang dilakukannya untuk menghindari pandemi Cpvid-19?

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved