Breaking News:

Berita Pendidikan

41 Dosen USM Ikuti Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional

Sebanyak 41 dosen Universitas Semarang (USM) mengikuti pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) secara daring, kemarin.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: m nur huda
Istimewa
Wakil Rektor I USM Prof Dr Hardani Widiastuti MM Psikolog membuka pelatihan Pekerti bagi dosen USM secara daring, kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebanyak 41 dosen Universitas Semarang (USM) mengikuti pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) secara daring, kemarin.

Pelatihan yang digelar bekerja sama dengan LP3M Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed ) Purwoketro ini dibuka oleh Wakil Rektor I USM, Prof Dr Hardani Widiastuti MM Psikolog.

Menurut Prof Hardani, bahwa Pekerti merupakan syarat bagi dosen untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan dalam mengajar.

Seorang dosen memiliki berbagai tugas sebagai tenaga pendidik profesional yang mencakup perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses penilaian hasil pembelajaran, pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian.

"Di samping itu dosen juga  melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat. Sehingga para dosen wajib mengikuti pelatihan Pekerti. Mereka sebelumnya juga harus mengerjakan pre test guna mengetahui sejauh mana pengetahuan tentang Pekerti," ujar Hardani, dalam keterangannya, Minggu (27/6/2021).

Dikatakannya, rencana awal pelatihan Pekerti ini akan diselenggarakan secara offline agar lebih efektif. Namun karena adanya lonjakan penyebaran virus Covid-19 sehingga diputuskan pelatihan Pekerti digelar secara daring memanfaatkan zoom meeting dan e-Learning dari Unsoed.

Materi yang disampaikna pada pelatihan Pekerti ini antara lain paradigma perguruan tinggi dan strategi peningkatan kualitas pembelajaran, sertfikasi dosen dan pengembangan keprofesionalan berkelanjutan, pembelajaran orang dewasa, metode pembelajaran berorientasi student center learning.

Selain itu peserta juga harus melaksanakan simulasi micro teaching, membuat Rencana Pembelajaran Semester (RPS), praktek analisis capaian pembejaran, praktek Menyusun capaian pembejaran dan perencanaan praktikum dan lain-lain.

"Peserta dituntut mengerjakan tugas-tugas dari narasumber baik tugas individu maupun kelompok yang berkaitan dengan pembelajaran," pungkasnya. (Nal)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved