Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Uji Coba Oxford, Cara Ini Memungkinkan Bikin Vaksin Beri Perlindungan Lebih Baik

Hasil uji coba oleh The Com-Cov dari Universitas Oxford menemukan cara bagaimana bikin vaksin beri perlindungan lebih baik

Tribun Jateng/ Rahdyan Trijoko Pamungkas
ILUSTRASI - Masyarakat ikuti kegiatan vaksinasi di Gor Jatidiri Kota Semarang, Sabtu (26/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM - Vaksin menjadi hal sangat penting di tengah pandemi Covid-19.

Melansir Kompas.com, ada empat macam manfaat vaksin Covid-19.

Pertama adalah untuk mencegah terpapar atau mengalami gejala berat Covid-19.

Lalu melindungi orang lain, menghentikan penyebaran, dan manfaat terakhir ialah membantu melindungi generasi selanjutnya.

Namun faktanya, beberapa orang yang sudah divaksin terinfeksi Covid.

Lalu bagaimana caranya agar vaksin bisa memberikan perlindungan yang baik bagi tubuh dalam melawan virus Corona?

Baca juga: Pria Tanpa Bayangan, Mata-mata Terbaik yang Tak Pernah Tidur Dua Kali di Tempat yang Sama

Baca juga: Empat Meninggal, Tiga di Hotel dan 1 Tergeletak di Jalan, Semua Positif Covid

Baca juga: Lima Hal Mudah Jaga Saturasi Oksigen di Tengah Pandemi Covid-19

Baca juga: Apa Itu Susu Beruang? Ini Kandungan dan 7 Manfaatnya Dikonsumsi Rutin

Hasil uji coba oleh The Com-Cov dari Universitas Oxford menyebutkan, menggabungkan dua vaksin Covid-19 yang beda merek ternyata bisa memberi perlindungan lebih baik.

Uji coba itu dengan menggunakan dua dosis Pfizer, dua AstraZeneca (AZ), maupun perpaduan keduanya.

Hasilnya, semua kombinasi bekerja dengan baik, memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Dua dosis itu penting untuk memberikan perlindungan maksimal dan mengajari tubuh membuat antibodi dan sel T untuk memblokir dan membunuh Covid.

Studi Com-Cov, yang mengamati pemberian dosis empat minggu terpisah pada 850 sukarelawan berusia 50 tahun ke atas menemukan, AZ diikuti Pfizer menginduksi antibodi dan respons sel T yang lebih tinggi dibanding Pfizer diikuti AZ.

Kedua campuran tersebut menginduksi antibodi yang lebih tinggi dibanding dua dosis AZ.

Semenara respon antibodi tertinggi terlihat setelah dua dosis Pfizer, dan respons sel T tertinggi dari AZ diikuti Pfizer.

Menurut para ahli, melansir BBC, Selasa (29/6), temuan itu dapat menciptakan fleksibilitas bagi para pengguna untuk memilih vaksin dan mengatasi jumlah vaksin yang terbatas.

Hasil uji coba itu juga mengisyaratkan orang yang telah menerima dua dosis vaksin AstraZeneca dapat memiliki respons kekebalan yang lebih kuat jika diberi suntikan yang berbeda sebagai penguat (booster/dosis ketiga).

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved