Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pria Tanpa Bayangan, Mata-mata Terbaik yang Tak Pernah Tidur Dua Kali di Tempat yang Sama

Veteran Direktorat Intelijen Utama Rusia menyebutkan jaringan mata-mata Chernyak merupakan salah satu yang terbaik dalam sejarah.

RBTH
Yan Chernyak 

TRIBUNJATENG.COM, MOSKOW - Dia disebut sebagai "pria tanpa bayangan".

Ia tidak pernah meninggalkan jejak di mana pun.

Bahkan, kabarnya ia tak pernah tidur dua kali di tempat yang sama.

Ia terus berpindah di sekeliling Eropa.

Ia juga hanya berkomunikasi dengan agennya saat ia mendapat sinyal mengenai pertemuan penting.

Namanya Yan Chernyak.

Pada 1995, dua jenderal menyerahkan Bintang Pahlawan bagi mantan penerjemah TASS dan agen Soviet yang memata-matai Nazi Jerman yang terbaring di rumah sakit.

Kedua jenderal tersebut ialah kepala staf jenderal dan kepala direktorat intelijen. Yan Chernyak bangun dari tidurnya, menyambut kedua petinggi Rusia tersebut dan berbisik, “Hal baik tidak bersifat anumerta.”

Sepuluh hari kemudian, ia mengembuskan napas terakhir.

Yan Chernyak adalah agen Soviet legendaris yang sebelumnya tak dikenal sebelum kematiannya pada Februari 1995.

Ia lahir pada 1909 di Bukovina Utara, yang kala itu merupakan bagian dari Kekaisaran Austro-Hungaria.

Ayahnya, seorang pedagang Yahudi yang miskin, dan ibunya, seorang ibu rumah tangga Hungaria, tewas dalam Perang Dunia II.

Ia tumbuh di panti yatim piatu.

Namun demikian, dia punya kelebihan spesial, yakni menguasai enam bahasa dan pada usia 16 tahun.

Dia bisa berbahasa Jerman, Yiddi, Hungaria, Rumania, Ceko, dan Slovak dengan fasih.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved