Breaking News:

Berita Kudus

Pulihkan Ekonomi Kudus, Bupati Hartopo Izinkan Pedagang di Tempat Wisata Berjualan

Pemkab Kudus memberikan kesempatan warga masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi sesuai prokes.

Penulis: raka f pujangga | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Bupati Kudus HM Hartopo 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memberikan kesempatan warga masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi sesuai anjuran protokol kesehatan (Prokes) yang ketat.

Hal itu sebagai langkah untuk pemulihan ekonomi karena banyak masyarakat kecil yang terdampak.

Bupati Kudus, HM Hartopo mempersilakan pedagang untuk berjualan. Termasuk para pedagang di kawasan wisata Colo agar bisa bekerja dan mencari nafkah.

"Boleh berjualan untuk para pedagang di Colo, khusus untuk melayani (wisatawan-red) lokal saja," ujar dia, saat ditemui di rumah dinas, Rabu (30/6/2021).

Menurut Hartopo, kondisi saat ini cukup memprihatinkan karena pedagang kecil, tukang ojek dan lainnya ikut terdampak.

"Makanya kami repot juga tidak bisa berbuat apapun, refocusing juga ‎sudah dilakukan," jelas dia.

Hartopo menginginkan, warga masyarakat yang mengandalkan penghasilan dari berjualan dapat tetap beraktivitas.

‎Misalnya untuk pemilik restoran dan warung makan dapat tetap melayani pengunjung, namun dibatasi jam operasionalnya hingga pukul 21.00.

"‎Kasihan nanti restorannya nanti sepi, mereka punya karyawan yang harus digaji setiap bulannya," ujar dia.

Hartopo menuturkan, sudah cukup banyak pelaku usaha yang mengeluhkan pendapatannya terganggu selama pandemi berlangsung.

Bahkan beberapa hotel sudah tidak lagi berpikir keuntungan yang diperolehnya selama pandemi.

"‎Hasil kamar bisa dibuat bayar karyawan saja sudah cukup baik. Keluhan seperti itu sudah banyak ke saya‎," ucapnya.

Sementara itu‎, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kudus, Eko Djumartono mengalokasikan 15,1 miliar untuk pengelolaan pelayanan kesehatan bagi penduduk yang terdampak dari alokasi refocusing anggaran sebesar Rp 67 miliar.

Anggaran tersebut untuk mendukung kegiatan kegiatan di Satpol PP, Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, BPBD, PKPLH dan RSUD Loekmono Hadi Kudus.

"Awalnya Rp 91 miliar, tapi yang bisa dimanfaatkan Rp 67 miliar. Di antaranya Rp 33,74 miliar untuk insentif tenaga kesehatan, sisanya untuk vaksinasi dan pelayanan bagi penduduk terdampak," ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved