Breaking News:

PPKM Darurat

Pemintaan Tabung Oksigen di Batang Melonjak hingga 300 Persen

Permintaan oksigen yang meningkat, seiring lonjakan kasus Covid-19, membuat sejumlah distributor tabung oksigen kewalahan.

Penulis: dina indriani | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Sejumlah rumah sakit menyediakan armada sendiri untuk mengisi tabung gas di kantor Samator Gas Industri, Jalan Raya Kudus-Pati, Selasa (29/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG -- Permintaan oksigen yang meningkat, seiring lonjakan kasus Covid-19, membuat sejumlah distributor tabung oksigen kewalahan.

Distributor tabung oksigen di Batang, Arta Dinarta mengatakan, permintaan tabung gas ataupun isi ulang oksigen meningkat hingga 300 persen.

Selain dari Batang, permintaan datang dari Pekalongan, bahkan hingga Purwokerto dan Semarang.

"Permintaan secara presentasi ada peningkatan sekitar 300 persen," tutur Arta kepada Tribun Jateng, Kamis (1/6).

Dia menjelaskan, saat ini tabung oksigen sudah mulai mengalami kelangkaan.

"Bahkan cari ke Tegal dan Semarang stok habis," ujarnya.

Dalam sehari permintaan tabung oksigen, lanjut dia, bisa mencapai sekitar 10-15 tabung.

"Kebanyakan digunakan untuk kebutuhan isolasi mandiri di rumah karena mereka (pembeli) rata-rata tidak ingin masuk ke rumah sakit," jelasnya.

Lonjakan permintaan ini pun berdampak pada kenaikan harga tabung maupun isi ulang oksigen.

"Selain langka harganya juga naik cukup tinggi untuk tabung kecil ukuran 0,3 meter kubik dari harga lama Rp 550 ribu menjadi Rp 700 ribu, tabung ukuran 1 meter kubik harga lama Rp 650 ribu menjadi Rp 1,4 juta dan untuk ukuran besar 6 meter kubik harga lama Rp 1,7 juta menjadi Rp 3 juta," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved