Breaking News:

Berita Batang

Disdikbud Batang Kembali Undur Pembelajaran Tatap Muka serta Tunda Kegiatan MPLS

Kasus Covid-19 yang kembali melonjak membuat Pemkab Batang turut melaksanakan PPKM Darurat mulai 3 Juli hingga 20 Juli mendatang. 

Penulis: dina indriani | Editor: moh anhar
DOKUMENTASI
Pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT) secara luring atau tatap muka di SDN Denasri Wetan 02, Batang, beberapa waktu lalu. 

Penulis : Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Kasus Covid-19 yang kembali melonjak membuat Pemkab Batang turut melaksanakan PPKM Darurat mulai 3 Juli hingga 20 Juli mendatang. 

Hal itu membuat pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk tahun ajaran 2021/2022 terpaksa diundur.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang, Achmad Taufiq mengatakan langkah tersebut dilakukan guna menindaklanjuti SE Sekretaris Daerah Kabupaten Batang nomor : 800/096/2021 tanggal 2 Juli 2021 tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang, dan hasil rakor pelaksanaan PPKM Darurat Kabupaten Batang.

Baca juga: Inilah Sosok MM Pembunuh Nasruddin Blasteran Afganistan-Batak, Sempat Mengaku Istri Orang Jawa

Baca juga: Petugas Angkut Daging Pedagang Sate‎ saat PPKM Darurat, Bupati Kudus: Ekonomi Juga Harus Jalan

Baca juga: Nasib Daging Kambing Setampah yang Diangkut Petugas, Videonya Viral, Ini Cerita Pengelola Warung

Baca juga: Daging Sate Diambil Petugas Saat PPKM Darurat, Ini Kata Kapolsek Bae

"Kegiatan PTM Terbatas yang direncanakan mulai tanggal 3 Juli 2021 diundur sampai ada pemberitahuan lebih lanjut, selain itu  Lembaga Pendidikan/Sekolah kembali melayani kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara efektif," terangnya, Senin (5/7/2021).

Tak hanya PTM yang mundur, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk siswa baru juga terpaksa harus ditunda dan disesuaikan dengan ketentuan PPKM. 

"Sedangkan kegiatan MPLS Tahun Pelajaran 2021/2022 dapat dilaksanakan setelah ada pemberitahuan," ujarnya. 

Taufiq menjelaskan untuk Kepala Satuan Pendidikan menerapkan sistem pembagian kerja Guru dan Tenaga Admistrasi Sekolah (TAS) dengan formasi 25 persen bekerja di kantor (WFO) dan 75 persen bekerja dari rumah (WFH).

Dengan ketentuan Kepala Satuan Pendidikan dan Tenaga Kebersihan Sekolah tetap berangkat untuk memantau dan melaksanakan pekerjaan mengutamakan protokol kesehatan yang ketat. 

"Berlaku sampai ada kebijakan lanjutan dari Pemkab Batang terkait PPKM Darurat," imbuhnya.

Baca juga: Ini Kalimat Romantis Tato MM Pembunuh Nasruddin Juragan Emas, Bukti Cinta ke Virgita Istri Korban

Baca juga: PMI Kabupaten Tegal Belum Bisa Mengolah Donor Plasma Darah Konvalesen, Ini Cara Mendapatkannya

Baca juga: BPBD Sediakan Klorin Pembuat Disinfektan, Warga Kota Semarang Boleh Ambil: Gratis dengan Syarat

Dengan pelaksanaan PPKM Darurat, pihaknya berharap bisa menekan kasus Covid-19 sehingga PTM bisa segera dibuka.

"Kami harap ke depannya dengan pelaksanaan PPKM darurat dapat menekan angka Covid-19 sehingga PTM dapat segera kembali dilaksanakan," harapnya. (*)
 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved