Fokus
Fokus : Rem Darurat
SETIAP kebijakan acapkali menghadirkan deviasi atau bahkan mungkin kelucuan atau kenaifan dalam pelaksanaannya.
Penulis: achiar m permana | Editor: Catur waskito Edy
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengakui, penerapan PPKM Darurat dalam tiga hari ini memang belum optimal. “Masih banyak masyarakat yang melanggar aturan yang sudah ditetapkan," kata Ganjar, Senin (5/7/2021).
Saya ingat, pernyataan Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Prof Dr Masrukhi, pada awal-awal pandemi Covid-19, setahun silam.
“Terhadap Covid-19, kita tidak boleh abai, tetapi juga tidak boleh lebay. Tidak boleh abai, apalagi menyepelekan keberadaan corona. Tidak boleh lebay, takut berlebihan terhadap Covid-19 juga sangat tidak dianjurkan,” kata Prof Masrukhi, ketika saya suguh kopi di rumah.
Baca juga: Daftar CPNS Tak Perlu Lagi Swafoto dengan KTP, BKN: Sudah Ada Fitur Face Recognition
Baca juga: Jadwal Semifinal Euro 2020 Italia vs Spanyol Live Malam Ini, Berikut Rekor Pertemuan Kedua Tim
Baca juga: Footballs Coming Home, Berikut Alasan Kenapa Timnas Inggris Berpeluang Besar Juara Euro 2020
Baca juga: Hampir 30 Ribu Orang di Indonesia Positif Covid-19, Berikut Update Virus Corona Terbaru
Rasanya, nasihat serupa juga perlu menjadi perhatian para petugas kita, termasuk Satgas Covid-19 atau aparatur pemerintah, dalam penegakan peraturan berkait Covid-19.
Jangan sampai upaya bersama untuk mengendalikan kasus Covid-19, justru kacau oleh tindakan-tindakan berlebihan para aparatur kita.
“Sampean kuwi barang, ndablege ya aja berlebihan!” bisik Dawir lagi, kali ini terasa nyampluk. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/achiar-m-permana_20170811_073817.jpg)