Breaking News:

Berita Solo

Stok Oksigen untuk Kebutuhan Medis Jadi Perhatian Kapolda, Ada Aksi Penimbunan Langsung Tindak Tegas

Kelangkaan oksigen ini menjadi perhatian Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Lutfhi dalam Apel Gelar Pasukan Gabungan PPKM Darurat di Sragen.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Lutfhi bersama Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Rudianto ketika berkunjung di Mapolres Sragen, Selasa (6/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Kelangkaan stok oksigen masih menjadi isu hangat ditengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali terkhusus di Sragen.

Kelangkaan oksigen ini menjadi perhatian Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Lutfhi.

Kapolda menegaskan akan menindak penyedia maupun masyarakat yang menimbun ketersediaan tabung oksigen.

Hal tersebut disampaikannya usai Apel Gelar Pasukan Gabungan PPKM Darurat di Lapangan Wira Pratama Mapolres Sragen, Selasa (6/7/2021).

Baca juga: Tragedi Kecelakaan Maut Pesawat Antonov An-26 Hari Ini, 28 Orang Meninggal Termasuk Walikota Palana

Baca juga: Polda Jateng Segera Tetapkan Tersangka Intimidasi Terhadap Satpol PP di Solo saat Penertiban PPKM

Baca juga: Ahmad Bersyukur Diloloskan Petugas Operasi PPKM Darurat di Kota Tegal 

Lebih lanjut Lutfhi melanjutkan akan melakukan penindakan tegas sesuai koridor hukum yang berlaku.

Manakala dijumpai masyarakat yang mencari keuntungan di situasi seperti ini.

"Polda Jawa Tengah akan melakukan penindakan tegas sesuai koridor hukum yang berlaku jika dijumpai masyarakat yang menimbun terkait dengan tabung oksigen."

"Manakala dijumpai masyarakat yang mencari keuntungan di tengah-tengah kita yang melakukan kegiatan kepolisian PPKM Darurat," terangnya.

Sementara itu, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati membenarkan ketersediaan oksigen di Jawa Tengah memang defisit, sehingga memang kurang.

Dalam rapat secara virtual bersama Menkes di Mapolres Sragen, Yuni mengaku kekurangan ini akan ditambah pasokannya dari Jawa Timur dan wilayah lain.

Dalam hal ini daerah diharapkan mengestimasi oksigen itu bisa detail sesuai kebutuhan dan tidak dilebihkan karena khawatir jika kekurangan.

Permintaan untuk segera menambah bed tempat tidur di RS, Yuni mengaku beberapa RS belum berani menambah.

Mengingat jaminan ketersediaan oksigen belum ada.

Baca juga: Malu Lahirkan Anak di Luar Nikah, UP Mahasiswi Akper Buang Bayinya ke Tempat Sampah: Lahir di Toilet

Baca juga: Muda Mudi Pati Ramai Ngamar di Kosan Bekas Hotel Pas PPKM Darurat

Baca juga: Video Mobil Plat Merah Pejabat Tegal Bakal Jadi Kendaraan Operasional Vaksinasi Lansia

"30 persen untuk menambah tempat tidur di masing-masing RS di Sragen bisa, tapi kalau oksigen tidak terjamin tidak ada yang berani untuk menambah bed."

"Selama pasokan Oksigen masih seperti ini kita rebutan beli sana-sini kita belum berani menambah tempat tidur. Karena taruhannya nyawa," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved