Senin, 8 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UKSW Salatiga

Lulus di Tengah Pandemi, Winisuda UKSW Salatiga Harus Adaptif

Dari total jumlah winisuda, disampaikan Neil hanya 3,5% wakil winisuda yang dihadirkan di Balairung Universitas berkapasitas 2500 orang ini.

Tayang:
Editor: abduh imanulhaq
IST
Lulus di Tengah Pandemi, Winisuda UKSW Harus Adaptif 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Sebanyak 714 lulusan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) diwisuda pada Sabtu (26/7) oleh Rektor Neil Semuel Rupidara, SE., M.Sc., Ph.D.

Wisuda dilakukan secara luring terbatas yang hanya diikuti oleh ketua dan sekretaris Senat Universitas, pimpinan universitas dan mahasiswa peraih Indek Prestasi Terbaik (IPT) dari masing-masing program studi.

“Makin memburuknya kondisi Indonesia termasuk Salatiga di beberapa minggu terakhir akibat pandemi Covid-19 menuntut kita menyelenggarakan wisuda periode I tahun 2021/2022 secara luring dengan peserta yang sangat terbatas. Wisuda ditopang dengan cara daring agar dapat menjangkau semua winisuda di tempat masing-masing. Peserta wisuda dan semua panitia yang hadir telah lolos skrining Covid-19 yang dilaksanakan khusus untuk acara ini,” ungkap Rektor.

Dari total jumlah winisuda, disampaikan Neil hanya 3,5% wakil winisuda yang dihadirkan di Balairung Universitas berkapasitas 2500 orang ini.

Mayoritas winisuda mengikuti wisuda secara daring melalui aplikasi zoom meeting yang juga didukung live streaming di Youtube dan Instagram.

Guna memastikan bahwa kegiatan ini aman dan tidak menjadi event penyebaran Covid-19, Neil menjelaskan bahwa seluruh partisipan upacara wisuda akan dipantau kondisi kesehatannya hingga 5 hari pasca acara.

Mengembangkan perilaku dan kegiatan yang adaptif dan kompatibel dengan karakteristik pandemi tanpa meninggalkan ritual esensial universitas disebut Neil menjadi hal mutlak yang diterapkan dalam gelaran upacara wisuda UKSW ini, di luar model-model sebelumnya seperti penggunaan robot.

“Pandemi Covid-19 adalah suatu situasi lingkungan yang telah menuntut kita harus mengenalinya dengan baik dan merumuskan cara hidup di dalamnya. Pandemi bahkan telah mendistorsi banyak kebiasaan dan menuntut kita menjalani kehidupan dengan cara-cara adaptif. Anda telah dibentuk oleh UKSW menjadi kaum creative minority. Kaum ini memiliki kecakapan memahami situasi lingkungan yang dihadapinya dan tahu bagaimana meresponnya,” imbuh Neil.

Siap Hadapi Tantangan

Sebagai kaum kreatif yang minoritas jumlahnya, Neil mendorong para winisuda untuk tampil menjadi role model yang baik.

Profil lulusan UKSW yang mencirikan creative minority dikatakan Neil harus siap menghadapi beragam tantangan masa depan.

Meskipun sebagai kaum minoritas yang berdaya cipta belum tentu memiliki kelengkapan untuk berhadapan dengan seluruh tantangan tersebut, namun dengan tegas Neil menyebut bahwa  salah satu karakter kaum ini adalah terus belajar dengan jalan mendeteksi perkembangan yang ada, lalu merumuskan konsep tindakan meresponnya.

“Gunakanlah itu sebagai modal Anda dalam menghadapi tantangan-tanganan hidup dan karir yang akan Anda jelang atau lanjutkan. Dari Kampus Indonesia Mini ini kami mendoakan Anda berhasil,” pesan Neil.

Karakter creative minority yang konsisten ditanamkan kepada mahasiswa UKSW nampak dalam sejumlah profil lulusan UKSW yang turut diwisuda hari ini.

Dua mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi (FTI) misalnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved