UKSW Salatiga
Lulus di Tengah Pandemi, Winisuda UKSW Salatiga Harus Adaptif
Dari total jumlah winisuda, disampaikan Neil hanya 3,5% wakil winisuda yang dihadirkan di Balairung Universitas berkapasitas 2500 orang ini.
Keduanya yakni Judith Chrisolita Sangidong dan Fian Yulio Santoso mengembangkan model kecerdasan buatan untuk memprediksi apakah seseorang positif mengidap Covid-19 atau tidak sebagai tugas akhirnya.
Judith dan Fian yang juga meraih Indeks Prestasi Kumulatif sempurna 4.00 ini masing-masing memanfaatkan hasil CT-Scan dan X-Ray untuk mendeteksi Covid-19.
Bahkan Fian mengungkapkan bahwa berdasarkan pengujian internal yang sudah dilakukan tingkat akurasi metode yang ditelitinya mencapai 90%.
Sementara itu jauh dari pelosok Maluku, Fredrik Hallatu salah satu lulusan dengan profil creative minority membaktikan dirinya pada masyarakat Desa Kabauhari Kecamatan Seram Utara, Maluku Tengah.
Dia bahkan rela berjalan hingga 12 jam hingga sampai di desa tersebut untuk memberikan pendampingan advokasi atas persoalan keterbelakangan kualitas pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup dan ekonomi.
Lulusan Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis ini juga menyalurkan bantuan yang telah digalangnya bersama sejumlah aktivis dari berbagai instansi untuk pembangunan gereja, pelayanan kesehatan, pengadaan buku dan peralatan belajar hingga logistik bagi masyarakat Seram Utara.
“Kualitas pendidikan, ekonomi dan kesehatan masyarakat disini bisa dikatakan di bawah rata-rata. Bahkan ada satu desa lainnya yang hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki hingga tiga hari lamanya. Berbagai hal yang saya lakukan ini tak lepas dari visi misi UKSW yang kini tertanam dalam diri saya, salah satunya menjadi minoritas yang berdaya cipta bagi pembangunan dan pembaruan masyarakat dan negara Indonesia,” tegasnya.
Fredrik yang menamatkan pendidikan Strata 1-nya pada Prodi Ilmu Teologi Fakultas Teologi UKSW ini saat dihubungi secara virtual juga menyebut bahwa di UKSW dirinya memperoleh peluang untuk menghasilkan gagasan dan solusi manajerial bagi kemajuan masyarakat.
Lulusan Terbaik
Bersamaan dengan diwisudanya tiga creative minority di atas, berikut adalah peraih indeks prestasi tertinggi untuk berbagai jenjang.
Dari jenjang S1 Christian Alvin Susanto, S.Pd., lulusan dari Program Studi Pendidikan Matematika turut meraih IPK 4.00.
Tiga lulusan S2 juga berhasil mendapatkan IPK 4.00, yaitu Ruth Suzanna, M.Pd lulusan dari Program Studi Magister Manajemen Pendidikan FKIP, Deddy Dharmawan Tumonggi, M.S.A dan Sonny Kristiantoro, M.S.A; keduanya lulusan Program Studi Magister Sosiologi Agama Fakultas Teologi.
Adapun Dr. Hani Sirine lulusan dari Program Studi Doktor Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) juga meraih IPK 4.00. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/lulus-di-tengah-pandemi-winisuda-harus-adaptif.jpg)