Selasa, 9 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Tegal

Dampak Penutupan Akses Masuk di Tegal, Jalan Perkampungan Malah Dipadati Kendaraan Melintas

Sejumlah akses masuk ke Kota Tegal ditutup semasa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa- Bali.

Tayang:
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: moh anhar

Bahkan menurutnya, kemacetan kendaraan juga sempat mengular sekira 1 kilometer. 

Amin berharap, kebijakan penutupan akses jalan utama dapat ditinjau dan diperbaharui lagi. 

Karena dampaknya justru di jalan-jalan perkampungan. 

"Harapannya ya diperbaharui lagi. Jangan kaya gini. Harusnya sebagian buka, sebagian tutup. Jangan tutup semua, akhirnya jadi satu ke sini," ungkapnya. 

Warga lain, Firman (28) mengaku, hanya bisa pasrah dengan penutupan jalan di masa PPKM Darurat Jawa- Bali. 

Ia mengatakan, dampaknya memang terjadi kemacetan di jalan perkampungan. 

Namun ia menilai itu sudah menjadi konsekuensi, masyarakat kecil hanya bisa patuh. 

Ia berharap aktivitas masyarakat kembali normal dan Covid-19 segera hilang dari Indonesia. 

"Jalan utama ditutup tapi masih ada yang dibuka, ya masih bisa lewat. Sama saja, kalau macet menimbulkan kerumunan," ujarnya. 

Karena kemacetan tersebut, ada wilayah perkampungan yang menutup akses jalan dari kendaraan mobil. 

Seperti di jalan perkampungan Desa Karanganyar. 

Namun pengguna sepeda motor masih bisa melintas. 

Petugas jaga gapura Desa Karanganyar, Irfan mengatakan, penutupan jalan perkampungan baru dilakukan hari ini. 

Tepatnya pada hari ketiga penutupan akses masuk jalan. 

Baca juga: Strategi Pembelajaran Mahasiswa Vokasi Fakultas Kemaritiman Universitas Ivet Semarang

Baca juga: Miliki Kesamaan Visi, UIN Walisongo Jalin Kerjasama dengan University Of Liberal Arts Bangladesh

Baca juga: Dr Bambang Suteng Berpulang, Rektor UKSW Salatiga: Pemikirannya Terstruktur dan Tajam

Ia mengatakan, penutupan tersebut langsung perintah dari kepala desa. 

Karena banyak masyarakat yang terganggu akibat kemacetan dan kepadatan kendaraan. 

"Tujuannya untuk menghalangi mobil lewat. Karena terlalu banyak volume kendaraan, gangnya kan sempit. Kondisinya jadi ruwet dan mecet," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved