Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Tegal

Dampak Penutupan Akses Masuk di Tegal, Jalan Perkampungan Malah Dipadati Kendaraan Melintas

Sejumlah akses masuk ke Kota Tegal ditutup semasa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa- Bali.

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM,TEGAL - Sejumlah akses masuk ke Kota Tegal ditutup semasa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa- Bali.

Penutupan tersebut dilakukan sejak, Selasa (6/7/2021) malam. 

Masyarakat yang diperbolehkan masuk mereka yang bekerja di sektor esensial sesuai aturan dalam PPKM Darurat Jawa- Bali. 

Tetapi tetap harus menunjukkan surat keterangan kerja dan bukti telah mengikuti vaksinasi Covid-19.

Meski begitu, banyak masyarakat yang masih masuk ke Kota Tegal melalui jalan perkampungan. 

Baca juga: Istri Kompol AP Curiga dan Membuntuti hingga Rest Area, Ternyata Ia Pindah ke Mobil Selingkuhan

Baca juga: Olvah Alhamid Blacklist Rumah Produksi Gegara Disebut Terlalu Cantik

Baca juga: Nia Ramadhani Ditangkap Kasus Narkoba Gegara Keterangan Sopir, Ardi Bakrie Serahkan Diri Jam 8 Malam

Akibatnya terjadi kepadatan kendaraan di jalan perkampungan yang dekat dengan Jalan Raya Karanganyar Tegal. 

Kondisi itu dikeluhkan oleh warga setempat. 

Seorang warga, Muhamad Aminudin (27) mengatakan, jalan perkampungan jadi padat setelah adanya penutupan akses jalan utama. 

Ia mencontohkan, seperti dampak dari penutupan Jalan Raya Karanganyar Tegal. 

Masyarakat akhirnya mengambil jalan perkampungan agar tetap bisa masuk ke Kota Tegal. 

Mereka melintasi rute melalui Desa Karanganyar, Desa Kademangaran, dan terakhir Desa Pangabean di Kabupaten Tegal. 

Kemudian tembusnya di Kelurahan Slerok Kota Tegal, tepatnya di Perempatan Pasar Langon. 

"Ini PPKM bukannya tambah senggang, malah tambah macet iya. Masuknya lewat sini, angkot, mobil-mobil gede, masuk semua," kata Amin, penjual es kelapa muda di perbatasan Slerok, kepada tribunjateng.com, Kamis (8/7/2021). 

Baca juga: Apindo Karanganyar Dorong Karyawan Perusahaan Segera Menerima Vaksin

Baca juga: Bupati Kendal Dico dan Istri Terpapar Covid-19, Kabarkan Kondisi Terkini

Baca juga: Kenapa Tidak Ada Formasi CPNS untuk Guru di Jateng? Ini Jawaban BKD

Amin mengatakan, pedagang sepertinya yang berjualan di jalan perkampungan jadi ikut terdampak. 

Masyarakat yang ingin beli makanan dan jajanan jadi kesulitan untuk lewat. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved