Breaking News:

Kabupaten Tegal

PPKM Darurat di Kabupaten Tegal Dilakukan Penyekatan, Banyak Pengendara Mutar-mutar Cari Jalan Tikus

Dampak dari penyekatan jalan perbatasan Kabupaten Tegal dan Brebes membuat banyak pengendara mencari jalan alternatif (jalan tikus).

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Dampak dari penyekatan jalan perbatasan Kabupaten Tegal dan Brebes membuat banyak pengendara mencari jalan alternatif (jalan tikus).

Salah satunya lewat Desa Selapura, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal.

Akibatnya akses jalan di Desa Selapura menjadi ramai oleh pengendara sepeda motor, mobil pribadi, truk kecil, truk besar, yang akan menuju ke Slawi dan sekitarnya.

Melihat kondisi tersebut, warga Desa Selapura mendatangi kantor Kepala Desa untuk menyampaikan komplain dan aduan mereka karena akses jalan Desa menjadi ramai kendaraan dari mana-mana.

Baca juga: ABG Asal Gunungkidul Dirudapaksa 3 Pria di Gubug, yang Mendalangi Justru Pacar Sendiri

Baca juga: PPKM Darurat di Kudus, Mobilitas Warga Belum Turun Signifikan

Baca juga: Video Viral Tukang Becak Semarang Meninggal di Atas Becaknya

Mendapat protes dan aduan dari warganya, Kades Selapura Iman Santoso, bersama unsur perangkat desa, tokoh masyarakat, dibantu oleh Linmas (hansip) langsung menutup akses masuk ke Desa menggunakan alat seadanya yaitu kursi kayu panjang dan tangga kayu.

"Saat berlangsung penyekatan jalan pada tanggal 7 Juli lalu, banyak pengendara yang cari jalan pintas lewat Desa kami. Karena warga merasa terganggu dan khawatir banyak anak kecil, mereka datang ke kami dan mengadu minta jalan ditutup. Alhasil saya dan perangkat desa lainnya berkoordinasi dan menutup akses jalan untuk semua kendaraan yang bukan warga Desa Selapura," jelas Iman, pada Tribunjateng.com, Jumat (9/7/2021).

Setelah akses menuju Desa Selapura ditutup, Iman menyebut pihaknya melakukan negosiasi dengan Kapolsek Dukuhwaru dan menghasilkan aturan baru.

Jika sebelumnya hanya warga Desa Selapura saja yang diperbolehkan melintas, saat ini warga dari daerah lain diizinkan melintas namun khusus pengendara sepeda motor saja.

Sedangkan pengendara mobil pribadi, truk, atau mobil besar lainnya tidak diperbolehkan alias diminta putar balik.

"Namun bagi pengendara sepeda motor yang akan melintas di Desa kami saya sudah berikan imbauan secara langsung, yaitu boleh melintas tapi wajib mengurangi kecepatan atau pelan-pelan saja," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved