Breaking News:

PPKM Darurat

Ratusan Orang Terjaring Razia Gabungan di Kabupaten Pekalongan, Puluhan Orang Positif Covid-19

Selain di Jalan Raya Podo Kedungwuni, hal yang sama juga dilakukan di Tugu Durian Karanganyar, dan Titik Nol Kajen

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muslimah

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Hari ke 6 diberlakukannya PPKM darurat, TNI, Polri, dan Pemkab Pekalongan terus melakukan upaya pengawasan dan penindakan guna mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Pekalongan.

Tim gabungan menyisir sepanjang jalan utama di wilayah Kabupaten Pekalongan mulai dari Kecamatan Buaran, Kedungwuni, dan Wonopringgo.

Dari hasil operasi penegakan Darurat PPKM tersebut, terjaring sebanyak 449 orang yang keseluruhannya kemudian dilakukan tes rapid antigen dengan hasil 35 orang dinyatakan positif Covid-19.

"Malam ini adalah malam yang kedua bersama Forkompinda dalam melaksanakan penegakan PPKM darurat dengan melakukan tracking dan tes swab bagi pelanggar."

"Di jalan raya Podo-Kedungwuni, kami melakukan rapid antigen terhadap 132 orang dan hasilnya 11 orang positif," kata Wakil Bupati Pekalongan Riswadi kepada Tribunjateng.com, Jum'at (9/7/2021) dini hari.

Selain di Jalan Raya Podo Kedungwuni, hal yang sama juga dilakukan di Tugu Durian Karanganyar, dan Titik Nol Kajen.

"Tugu Durian 20 sampel, 2 orang positif. Lalu, titik nol Kajen 94 sampel 4 positif. Hari pertama ada 203 orang di rapid antigen, hasilnya 18 orang positif corona," imbuhnya.

Sasaran dari kegiatan ini adalah warga yang tidak mematuhi aturan Darurat PPKM seperti pedagang yang seharusnya sudah tutup tapi masih buka dan melayani makan di tempat, serta toko-toko yang memang tidak masuk dalam kategori esensial sehingga memang harusnya diatas jam 20.00 wib sudah tutup.

Menurutnya, puluhan orang yang positif  langsung dikarantina di Puskesmas Kesesi 1 untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

"Segala sesuatunya sudah disiapkan di Puskesmas Kesesi 1 bagi yang positif Covid-19. Mereka berada di sana hingga dinyatakan negatif," ujarnya.

Seperti dijelaskan Wakil Bupati Pekalongan Riswadi, bahwa operasi penegakan PPKM darurat dilakukan untuk menekan angka penyebaran covid-19 di wilayah Kabupaten Pekalongan.

"Adanya kegiatan ini, kematian Covid-19 di Kabupaten Pekalongan ini menurun drastis. Dari beberapa hari yang lalu 16 orang yang meninggal dunia, 12 orang, sekarang hanya 6 orang," jelasnya.

Pihaknya menyakini kalau ini dilakukan terus-menerus, kasus Covid-19 di Kota Santri akan menurun.

"Saya mengimbau kepada masyarakat agar mematuhi peraturan PPKM darurat yang sudah ditetapkan dan menerapkan protokol kesehatan dalam semua kegiatan guna menekan penyebaran virus corona," tambahnya. (Dro)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE : 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved